Keluarga dari Alam Lain-bagian 2

walaikumsalaam,

terima kasih karena saudara telah merespon pertanyaan saya..

sebenarnya saya ingin sekali menghubungi anda melalu hp NAMUN, percuma karena saya lebih bisa bercerita dengan tulisan dari pada lisan.. karena tulisan dapat membuat saya lebih terbuka… saya harap saudara maklum…

mungkin apa yang saudara katakan memang bener…

saya mo bertanya, berarti para generasi penerus adalah korban yang tak tau apa-apa.. tapi harus menerima akibatnya..

tapi, kenapa?
bukannya yang berbuat dia harus bertanggung jawab…

mungkin sekarang itu terjadi pada saya..
keluarga dari ayah saya, tapi seharusnya turunnya bukan kepada saya…

tapi, kenapa saya yang selalu merasakan hal gila itu…
walalupan sampai saat ini saya bersyukur tidak di perlihatkan yang aneh2
tapi sering merasa diikuti atau mereka selalu berada di sekitar saya…
kalo sekilas dan bunyi2 aneh, sudah hampir sering…

tapi saya selalu berharap itu hanya halusinasi saja…
atau karena cemas saja.. yang padahal saya tidak ada terlalu memikirkan tentang hal-hal ini…

tentang sakit saya, saya sudah pernah pergi ke dokter, 3 dokter yang telah saya temui… selalu memberi keternagan yang berbeda.. dan bertolak belakng sengan dokter yang satunya yang telah saya temui sebelumnya…

ntah apa yang sedang terjadi pada diri saya…
saya tak tau…

saya mohon jawaban saudara, semoga dapat membuat hati saya lebih tenang..

terima kasih sebelumnya

 

Assalamu’alaikum wr.wb

 Saya faham dg apa yang mba rasakan, sakit, panik, bingung, marah, aneh, tidak percaya dan semua perasaan lain yang berkecamuk menjadi satu.

 

Tentang kita sebagai keturunan leluhur yang melakukan kesalahn adalah korban? saya katan IYA, Benar. kita adalah korban.saya tidak menggunakan istilah tumbal karena sangat beda artinya.

Perlu kita pahami bahwa setiap kesalahan/dosa selalu memiliki 2 akibat, akibat secara imani, dan akibat secara muamalah. contoh riil begini, jika ada seorang laki2 berzina lalu punya anak dan anaknya terkena HIV, maka siapakah yang berdosa dan siapa yang menjadi korban? secara imani, sang ayah-lah berdosa, sang anak tidak berdosa, anak tidak menanggung dosa itu dan juga tidak akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat.Tetapi HIV yang dideritanya tidak bisa dihindari. Bukankah anak itu korban dari kesalahan sang ayah? Inilah yg saya maksud dengan akibat secara imani dan secara muamalah. Apakah sang ayah tidak menerima akibat ? dia juga menerima akibat dari perbuatanya. Dia juga terkena HIV.

Demikian halnya dengan jin, leluhur kita telah melakukan kesalahan dengan berkerjasama dengan jin. Walaupun leluhur kita tidak pernah menyadari bahwa ritual, amal, pusaka, kesaktian yang mereka lakukan adalah bentuk kerjasama dengan jin. Sama seperti ketika sang ayah berzina tadi, dia tidak pernah menyadari atau mengganggap bahwa zina itu adalah sarana pemindahan penyakit.

Saya sebut kesalahan karena Islam melarang kerjasama dengan jin, silahkan dibuka QS Al An’am : 28.

Didalam ayat itu dijelaskan bahwa ada manusia yang saling mengambil manfaat dengan jin alias ada kerja sama saling menguntungkan. Ibnu Katsir, salah seorang ahli tafsir yang sepakati seluruh ulama, menjelaskan tafsir ayat tersebut. Beliau menyebutkan bahwa MANFAAT YANG DIDAPATKAN MANUSIA adalah TERPENUHINYA APA YANG MENJADI HAJATNYA, misalnya kesaktian, keselamatan, kekebalan, kekayaan, jodoh dll. Selanjutnya beliau mengatakan MANFAAT YANG DIDAPATKAN OLEH JIN adalah KETAATAN MANUSIA.

Seperti Apa ketaatan ini? Jangan dibayangkan bahwa ketaatan yang diinginkan hanyalah tumbal dan dan perbuatan syirik. Bukan hanya itu. Ketaatan yang dimaksud oleh jin adalah segala hal, apapun bentuknya yang diminta oleh jin, baik yang sepele maupun yang tidak sepele. Bingung ?

Begini, ketaatan yang diminta oleh jin terbentang mulai dari kutub ekstrim kiri bernama syirik/mensekutukan Alloh sampai kutub ekstrim kanan bernama ibadah. Jadi memang ada ketaatan pada jin dalam bentuk syirik seperti tumbal, menyembah batu, menginjak Al Qur’an, menjadikan Al Qur’an sebagai pijakan di WC. Ini benar benar terjadi dan kami diklinik pernah bertemu dengan orang-orang ini. Selain itu ada bentuk ketaatan pada jin yang berbentuk seolah-olah seperti ibadah. Kita disuruh, puasa, disuruh membaca wirid2 tertentu dll, tetapi semua itu bukan ibadah, itu hanya paket yang diinginkan oleh jin. Dan saat kita melakukannya maka jin itu sudah mengganggap kita mentaatinya, saat itu dai merasa telah menang. Saya pernah menangani orang kesurupan karena dzikir asma ul husna. Dia membaca dengan cara dan jumlah tertentu. Tidak ada yang salah dengan asmaul husna, yang salah adalah aturan tambahan ketika membacanya. Aturan-aturan tambahan itulah paket ketaatan yang diminta oleh jin. WALAUPUN KITA TIDAK MENYADARINYA. JIN ITU TETAP AKAN MASUK DALAM TUBUH KITA. KARENA SAAT AMALAN ITU KITA LAKUKAN MAKA AKSES KE DALAM TUBUH KITA TERBUKA. JIN ITULAH YANG MENANG.

Kembali ke permasalahan diatas. Tanpa mengurangi rasa hormat kita pada mereka, kesalahan leluhur kita itu karena tidak adanya informasi/ilmu yang lurus yang menjelaskan.

Siapa yang harus bertanggung jawab atas gangguan pada keturunannya? Masing-masing akan bertanggung jawab sesuai dengan perannya dalam kesalahan ini. JIka leluhur kita tidak pernah tahu Islam, mungkin Alloh akan memaafkan, dan doakanlah semoga Alloh mengampuni mereka. Tetapi jika mereka benar benar paham bahwa samua ini adalah kesalahan maka kitam kembalikan kepada Allloh sebagai hakim yang MAHA ADIL

Lantas, kita sebagai keturunan gimana? Tidak ada dosa bagi kita jika kita tidak pernah membenarkanya. Tapi jika kita menganggap benar kesalahan itu, apalagi mengikuti dan meyakininya maka mungkin kita akan ikut bertanggung jawab. Ini dari sisi dosa dan tidak dosa.

 Tapi dari sisi gangguan jin, kita sebagai keturunannyalah yang harus berjuang. Kita diberi pemahaman, kita diberi kesempatan dan penjelasan islam sudah ada maka kita-lah yang berjuang. Mengapa ? agar gangguan itu tidak terus turun ke anak cucu kita. IYA, anak cucu kita juga akan merasakan gangguan ini jika tidak segera dihentikan. Saya berkali kali pasien denganlatasr belakang seperti ini. Semua yang saya sampaikan bukan karangan tapi pengalaman empiris.

 

Dari seluruh keturunannya mengapa saya yang terkena gangguan ? Inilah pertanyaan terpenting.

Jin itu akan memilih diantara keturunan langsung leluhur dengan kreteria :

1.      Paling disukai oleh leluhurnya., atau

2.      Bersedia menerima transfer ilmu atau kesaktian leluhurnya, atau

3.      Memiliki kelemahan dalam beberapa hal berikut :

a.      Paling lemah pemahaman agamanya apalagi sampai melakukan kesalahan yang sama.

b.      Paling lemah ibadahnya

c.      Paling lemah secara fisik, misalnya sering sakit.

d.      Paling lemah secara mental/kepribadian/kejiwaan/hati, diantara kelemahan kepribadian yang sering saya temui :

                                                              i.      Berkepribadian Introvert alias tertutup

                                                             ii.      Mudah panic, tegang, dan gugup menghadapi masalah

                                                           iii.      Sering tidak ridho dengan ujian hidup dan banyak berkeluh kesah / meratapi hidup

                                                          iv.      Sulit mengendalikan keinginan

                                                            v.      Suka mengurung diri

                                                          vi.      Trauma, pernah mengalami masalah berat yang traumatic

                                                         vii.      Depresi, sedih berlebihan

 

Adakah hal-hal diatas dalam diri Anda?

Jika jin tersebut tidak menemukan anak keturunan leluhur yang memiliki kelemahan diatas, maka jin itu akan terus berusaha mencari keturunan yang dia sukai dan menunggu saat-saat orang tersebut lemah. Mengapa jin tersebut tidak mau melepaskan anak kita? Karena jin itu telah memberi sesuatu pada leluhur kita. Dia sekarang minta balasan. Jika semua anggota keluarga kuat ? jin itu akan menunggu saat kita lemah, dan dia tidak akan berhenti hingga kita memeranginya dan mengusirnya.

 Sungguh, inilah kesimpulan saya selama belajar dan membantu meruqyah. 

Mengenai sakit kepala, saya masih ingin memastikan, apakah saran terapi yg saya sebutkan kemarin sudah dilaksanakan? Apa reaksi yang muncul ? jika belum lakukan segera dan kabari saya jika terjadi reaksi tertentu. Atau jika tidak keberatan, datanglah ke klinik ruqyah terdekat. Ini lebih baik dan lebih pasti.

Hadapilah semua ini dengan hati lapang dan ridho. Ini sangat penting agar kita memiliki kekuatan lebih baik dan agar kekuatan jin semakin melemah.

Yakinlah apa yang pernah disampaikan oleh Nabi, bahwa Alloh menguji hamba-NYA karena DIA mencintai hamba itu, karena dengan ujian ini DIA menghapuskan dosa kita dan mengangkat derajat kita. DIA MAHA TAHU bahwa taubat dan istighfar kita seumur hidup pun tidak cukup untuk menghapuskan dosa kita yang menggunung, DIA juga sangat tahu bahwa amal kebaikan kita sepanjang hidup juga tidak cukup untuk memuliakan dan mengangkat derajat kita dihadapanNYA. Satu-satunya jalan agar dosa kita terhapus dan derajat kita bertambah adalah dengan memberikan ujian dan musibah. Hanya dengan ini. Mungkin nanti di akhirat akan ada orang yang sangat dimuliakan oleh ALLOH WST Karen ibadahnya, karena, puasanya, karena kebaikannya atau mulia karena ilmunya. Tapi diantara deretan orang yang sedang dimuliakan ALLOH itu ada orang yang dimuliakan bukan karena amal kebaikannya, juga bukan karena ilmu dan dakwahnya, juga bukan karena sholat dan hajinya, tetapi orang itu dimuliakan karena kesabaran dan keikhlasanya menghadapi ujian dan cobaan Alloh SWT. Mudah-mudahan Anda termasuk di dalamnya. Amin

 Wallohu a’lam. Semoga bermanfaat.

 Nadhif

About these ads

5 responses to this post.

  1. Posted by yol on Januari 31, 2009 at 6:12 am

    WALAIKUM SALAM WR. WB..

    maaf kalo saya banyak bertanya…

    tapi… saya benar2 ingin tahu dan ingin menuntaskan semua masalah ini..
    saya tak mau keluarga saya mendapat hal yang mereka benar2 tidak tau..

    tentang leluhur saya,,, mungkin yang di maksud adlah kakek saya dari ayah saya…
    namun, saya tidak pernah bertemu dengan beliau..
    beliau memang punya kekuatan mistik tersebut…
    namun yang saya tau beliau tidak pernah menuntut ilmu itu…
    dan beliau juga rajin beribadah

    menurut cerita, sewaktu beliau meninggal anak2nya harus melakukan sesuatu pada tubuhnya yang saya tak terlalu tau, misalnya mencium pusarnya ato apalah saya tidak tau

    namun, papa saya tidak bertemu dengan jasad kakek saya tersebut…
    yang tau hanyalah kakak diatasnya. Dan istri kakek, nenek/ mama dari papa saya juga memilikinya. Sekarang karena nenek sudah tua, dan yang merawat selama ini kakak papa yang merawatnya, sepertinya ilmu itupun turun padanya… tanpa di pelajari dan diminta…

    kalo dari cerita mungkin saya g da hubungannya… karena harusnya banyak yang lebi8h dekat dan cepat menerimanya, dengan arti kata bukan saya… tapi, kenapa dalan kenyataannya saya yang banyak merasakan hal itu.. namun saudara sepupu saya (ponakan papa), tidak terlalu sering merasakan keganjilan tersebut…

    kalo dilihat dalam bukti nya, keadaan fisik mereka lebih lemah dari pada saya… karena saya memang rajin olahraga dan sempat menjadi atlit silat. Tapi dari mereka saya memang pendiam dan lebih tertutup.

    Ada beberapa hal yang saya ingin anda tau, yang mungkin akan berguna dan ada hubungannya dengan semua ini…
    1. ada seseorang yang pernah ingin menguji saya tanpa sepengetahuan saya… namun, saya tau karena dia bilang pada saya dan meminta maaf kalo telah mengganggu ketenangan saya.. “ternyata ilmu anda lebih tinggi pada saya, pagar diri anda terlalu kuat…”… lha saya jadi bingung, darimana datangnya ilmu begithuan.. sya g pernah nuntut..

    2. beberapa kali terjadi hal- hal aneh pada diri saya, pertama saya cuek saja.. namun karena itu sering terjadi sampai sekarang saya pernah tanyakan pada papa saya dan keluarga nya… dari situlah mereka mulai berpikir kalo saya mungkin yang akan menjadi pilihan,,,

    3.saya pernah menyaksikan, dan saya sendiri pernah berkomunikasi dengan mereka melalui tubuh seseorang yang mereka pilih… dan satuhal yang saya tau…” mereka hanya ingin melindungi keluarga kami dari orang2 yang berniat jahat pada keluarga kami…”

    4. saya pernah kena guna-guna oleh seseorang yang saya tak mau menuduh siapa orangnya.. dan saya melakukan ritual seperti (saya lupa namanya) saya disuruh duduk diatas kursi yang ada mejanya, terus di rebus ar kelapa yang di campur sama daun yang saya g tau juga apa namanya.. terus air rebusan itu dimasukkan ke piring putih dan di letakkan didepan saya. Lalu saya di tutup dengan kain, dg wajah saya diatas rebusan air kelapa tadi.. setelah dibacakan ayat, saya disuruh batuk2 ke air itu, tapi jangan sampe muntah. Disitu keluar rambut halus2, pasir dan seperti lengket2. yang setelah di prediksi saya termakan tanah kuburan, tapi anehnya guna2 itu tidak ada pengaruhnya kepada diri saya. Saya selalu normal saja juga kehidupan saya…

    5. saya juga pernah menolong orang yang sedang kesurupan waktu diarea kamping, dengan izin ALLAH saya dapat mengeluarkannya… padahal saya tidak tahu apakah cara saya ini benar.. dengan membaca ayat kursi dan alfatihah serta membaca tiga ayat terakhir alquran…
    Ketika saya meminta tolong, karena saya merasa terganggu, temen2 malah bilang kakak lebih kuat…

    6. saya juga bisa meng-urut seluruh tubuh membuat badan orang yang saya urut menjadi segar… padahal g da keluarga yang pandai satupun..
    Dan kalo misalnya da orang yang masuk angin disekitar saya dan memakai minyak angin, saya akan bersendawa sekitar beberapa menit, dan setelah itu insya Allah badan mereka agak mendingan atau berkurang rasa sakitnya… kadang mereka yang meminta saya agar mengobati mereka, dan kalo mereka yakin ya saya akan melakukan toh itu kan u/ kebaikan.. apa salah??

    Dari beberapa hal iti apakah menurut anda ada hubungannya…

    Kalo tentang cara yang anda beri, saya benar2 belum sempat melakukannya..
    Karena langsung datang rasa malas dan takut…

    Namun saya akan berusaha u/ melawannya…dan melakukannya secepat mungkin…

    Sekali lkagi maaf kalo saya banya bertanya…

    Wassalam…

    Balas

  2. Posted by andjari on April 3, 2009 at 2:14 am

    Ass,
    Maaf, di sini saya ingin bertanya.
    Suami saya dan keluarganya beberapa kali pernah mendatangi beberapa paranormal.
    Di antaranya katanya untuk jaga diri dan pernah suatu saat juga ditransfer energy dengan digerakkan oleh jin. Di punggungnya ditulisi oleh jin dan tidak boleh mandi selama 1 malam sampai sore keesokan harinya. Saya sudah mencegahnya tapi kata suami transfer energy itu dilakukan untuk menuntun kita agar selamat di dunia&akhirat.
    saya bingung apa yang harus saya lakukan, karena suami tidak percaya dengan kata2 saya, meskipun setelah itu suami jadi rajin sholat dan zikir, tapi saya khawatir suami jatuh ke dalam dosa musryik.
    Saya mohon jawabannya, apa yang harus saya lakukan agar suami mau bertobat dan menyadari kesalahannya. trimakasih. wassalam

    Balas

    • Posted by ruqyah123 on April 3, 2009 at 4:45 am

      Wa’alaikum salam wr.wb
      Terima kasih atas kunjungan Ibu di blog ini. sebelum saya jawab saya berharap Ibu sepakat dengan saya bahwa rujukan kita hanyalah Al Qur’an dan Sabda Nabi SAW, serta kita rela, ikhlas menjadikan keduanya sebagai satu-satunya acuan dalam hidup kita. karena hanya dua hal tersebut yang terjamin kebenarannya sedangkan setiap orang bisa saja salah. apa yang dialami Suami Ibu bisa dilihat dari 2 sisi.
      1. Dari sisi aqidah.
      Nabi SAW pernah mnyampaikan bahwa mendatangi paranormal, dukun dan sejenisnya termasuk dosa dan diantara sanksinya adalah sholat kita tidak diterima selama 40 hari. bahkan ada satu hadist yang lain cukup keras menyikapi dukun dan paranormal. Ibu, sejak Islam datang, Nabi telah menyatakan peperanngan dengan segala bentuk kemsyrikan dan agar ummat kembali kepada Tauhid. Kemusyrikan adalah musuh Islam dalam sepanjang sejarah kenabian, tidak hanya Nabi SAW, tetapi seluruh nabi dan rosul yang pernah diutus dimuka bumi. NAmun, karena perkembangan budaya manusia maka kssyirikan seringkali telah berubah “wajah” sehingga jika tidak jeli, cukup sulit untuk dapat melihatnya. tidak sedikit kesyirikan yang berbungkus sorban, peci , bahkan berwujud seperti ibadah. maka kewajiban kita adalah segera mencari Ilmu, ngaji, agar kita bisa melihat hal-hal yang salah tsb dengan jelas. Mengapa? karena Nabi sendiri telah meyampaikan bhw kesyrikan itu ibarata semut hitam yang berjalan diatas batu hitam di malam yang gelap gulita. kesyirikan sangat samar dan halus.
      Apakah benar bahwa energy tsb mendatangkan keselamatn dunia dan akhirat? Nabi pernah menyampaikan bhw kita tidak akan sesat selama kita berpegang pada Al Qur’an dan Hadist nabi. Artinya Al Qur’an dan Hadist nabi itulah yang telah disebut Nabi sebagai jalan keselamatn bukan yang lain. jika memang energy tsb adalah jalan keselamatan, rasanya kita boleh menggugat nabi, Mengapa sesuatu yang dapat membawa keselamatan dunia akhirat tidak beliau ajarkan?atau mengapa hanya segelintir orang yang beliau ajari? tidak mungkin, tidak mungkin Nabi SAW menyembunyikan sesuatu yang sangat berharga bagi Ummatnya. oelh karena itu wajr jika kita menaruh curiga terhadap energy tersebut. sebagai tambahan penjelasan, silahkan baca tulisan saya ttg Tenaga Dalam.
      2. Dari sisi ruqyah.
      sesungguhya yg terjadi adalah jin itu masuk dalam tubuh Suami ibu melalui media rajah dipunggung tersebut.kami di klinik sangat sering menemui kasus seperti ini.namun, untuk memastikan apakah jin tersbut benar-benar berhasil masuk dlm tubuh suami Ibu, maka perlu diruqyah dahulu. mengenai rajin sholat bukan ukuran utk menganggap bhw rajah tersebut diperbolehkan.karena jika hal tersbut diperbolehkan maka NABI tidak perlu berdakwah, cukup para sahabat dan umat Islam dirajah. tentu ini tidak mungkin.yang kedua, ada beberapa jenis jin yang menggunakan tipuan berupa ibadah utk menjebak kita , disamping ada juga jin yang terang terangan minta kita berbuat syirik.ibadah tersebut berfungsi memprkuat jin itu, dan menunjukkan ketaatn kita pada jin itu. silahkan baca tulisan ttg Bisa Melihat JIn dan keluarga dari alam lain.
      Solusinya,
      1. pahamkan pelan pelan dengan membri bukuseputar aqidah islam dan ruqyah
      2. datang kan peruqyah untuk menjelaskan
      3. ajaklah ke klinik ruqyah, jika tidak bersedia Ibu bisa menggunakan alasan mengantar Ibu ntuk ruqyah dan beliau ikut hadir selama proses ruqyah.

      Demikian, semoga bermanfaat.
      Wassalam.

      Balas

  3. Posted by Kuncoro on April 3, 2009 at 6:05 am

    Selamat siang pak Nadhif,

    Maaf ikut nimbrung…
    Saya sudah membaca artikel-artikel yang Bapak tulis berkaitan dengan Rukiah (Gangguan Jin).

    Langsung saja ya pak..
    Saya sebenarnya mempunyai keluhan berkaitan dengan hal tersebut (Jin). Walaupun sebenarnya mungkin tidak terlalu mengkhawatirkan akan tetapi sangat lumayan mengganggu dalam kehidupan sehari-hari saya.

    Awalnya dari ciri-ciri yang telah bapak sebutkan saya tidak menghiraukan, karena saya pikir itu adalah suatu hal yang biasa / wajar.
    Dari beberapa hal yang sering saya alami adalah :

    YANG BIASA :
    – Sering sakit kepala
    – Leher terasa berat, kaku
    – Badan sering terasa berat
    – Konsentrasi sering buyar
    – Emosi sering akan meledak-ledak
    – Kalau punya keinginan susah untuk ditahan
    – Barang-barang suka sering rusak (elektronik / motor)
    – Sering lupa jumlah rokaat waktu sholat
    – Sering ragu-ragu pada waktu ambil air Wudhlu
    – Sering kentuk / pipis habis ambil air Wudhlu
    – Sering mengetahui kejadian sebelumnya
    (sering menebak sesuatu dan benar)
    – Mempunyai kekuatan fisik diatas rata-rata
    – Bisa mengetahui / merasakan tempat-tempat angker

    HAL YANG SANGAT MENGGANGGU :
    – Sesak napas
    – Paru-paru berlendir (sering berlebihan) sehingga
    sering batuk-batuk yang jelas. Saya sudah cek ke dokter dan sudah rontgen sampai 4 kali tapi kata dokter tidak ada masalah. Katanya cuma alergi debu saja.

    Mengenai hal tersebut (adanya Jin), pernah saya ketemu dengan teman kantor Istri saya (yang bisa melihat mahluk halus dan bisa komunikasi, beliau orangnya sangat khusuk dan membenci makhuk halus sebenarnya). Beliau mengatakan bahwa di badan saya ada Jin yang mengikuti.

    Pada waktu itu beliau langsung bertanya kepada saya tentang beberapa permasalahan di badan yang saya rasakan. Dan saya memang merasakan bahwa hal itu benar adanya.

    atas saran beliau, akhirnya saya dibersihkan oleh adiknya yang juga bisa hal-hal semacam itu. Ilmu Islam tapi bukan Rukiah.
    Hasilnya beberapa hari memang saya merasakan badan lebih enak, tapi tidak lama kemudian timbul kembali seperti semula.

    Bahkan pada tahap selanjutnya saya keroyok Jin sebanyak 5 (1 yang lama dan 4 yang baru).

    Saya tidak dapat melihat, namun saya bisa merasakan begitu hebatnya gangguan tersebut hingga saya sempet akan bunuh diri karena merasa bahwa hidup ini sudah tidak ada artinya. Akan tetapi saya selalu sadar bahwa itu adalah dosa besar dan tidak akan masuk Surga.

    Alkisah dari “ORANG TUA MUSLIM”, gangguan tersebut berasal dari orang yang syirik terhadap saya berkaitan dengan pekerjaan. Setelah mengetahui bahwa kiriman yang pertama lepas (hilang) maka orang tersebut mencoba untuk mengirim kembali.

    Alhamdulilah, untuk kiriman ke-2 (yaitu “4 Jin yang sangat Jahat” saya sudah ihtiar bersama istri dengan baca-baca doa dari Al-Quran sekarang sudah tidak mengganggu lagi / Insya alloh hilang.
    Akan tetapi untuk kiriman yang ke-1, sampai sekarang saya masih bisa merasakan dan kata “ORANG TUA MUSLIM” memang masih ada 1. Akan tetapi dia tidak mau pergi.

    Teman kantor saya yang mempunyai bakat alam juga mengatakan hal yang sama. Dia saya mintain tolong untuk membantu melihat saja, maksud saya adalah untuk membandingkan antara (1) perasaan saya, (2) kata “Orang Tua” dan (3) menurut penglihatan dia benar apa tidak. Akan tetapi selalu cocok antara ketiganya.

    Saya sekarang tetap mencoba untuk selalu bertahan, bersabar dan ihtiar dengan membaca doa sebisanya. Mau pergi berobat takut salah tempat dan menimbulkan dosa.

    Mohon penjelasannya Pak Nadhif
    Terima kasih

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 273 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: