Sebagian Cara Meruqyah Anak-anak

SEBAGIAN CARA MERUQYAH ANAK-ANAK

 

 

Dikirim pada tanggal 2009/04/08 pukul 02:54

Asslmkm wr wb

semoga Allah sentiasa memberikan hidayahNya untuk kita
Akhi mohon penjelasannya
saya aktif meruqyah dalam beberapa bulan terakhir
namun awalnya sayameruqyah dari tahun 2004,.

yang saya minta pendapat dari akhi,,,.anak saya usia 2 taun beberapa hari ini bisa mngetahui apa yg sedang di perbuat se2org walaupun berbeda jarak,
awalnya saya berfikir mugkin kebetulan saja
tapi semua yg Ia ceritakan ttg apa yg di lakukan org lain berbeda jarak itu benar semua itu kami buktikan dgn menelpon orng yg bersangkutan dan menanyaka apa yg sedang ia perbuat ternyata persis sama dgn apa yg di ceritakan anak saya…..apakah mungkin anak saya terkena gguan jin,perlukah anak saya di ruqyah atau cukup dgn air ruqyah saja.?
mohon pendapatnya

Wa’alaikum salam wr.wb
Terima kasih atas kunjungan antum, semoga semakin banyak peruqyah bisa bergabung dalam diskusi ruqyah di blog ini. Akhi, gangguan yang terjadi pada anak-anak sangat banyak jenisnya namun yang paling sering adalah :
1. rewel, bandel, keras kepala, berani dengan ortu, atau sakit-sakitan
2. bisa melihat atau merasakan kehadiran makhluk halus disekitarnya.
3. memiliki kemampuan supranatural atau kelebihan tidak wajar dibandingkan dengan anak seusianya.
Gangguan jin pada anak-anak bisa terjadi karena :
1. serangan balik dalam proses ruqyah (biasanya tjd pada para peruqyah, oleh karena itu sebelum meruqyah dan saat meruqyah jangan lupa mendoakan anggota keluarga terutama istri dan anak).
2. salah satu atau kedua orang tua kandung anak itu mengalami gangguan jin walaupun mungkin tidak disadari oleh mereka. jika gangguan jin tidak nampak pada diri antum, mungkin pada istri antum ada gejala gangguan jin.saran saya, coba antum cermati gejala gangguan jin yang mngkin ada pada diri antum dan istri antum lalu lakukan terapi utk antum berdua. selama ini, kami di klinik, jika ada pasien anak-anak maka yang menjadi fokus ruqyah adalah kedua ortu-nya tetapi si anak tetap diajak dalam proses ruqyah.berdasarkan pengalaman selama ini, jika gangguan pada ortunya sudah ditemukan, diterapi dan sudah sembuh maka gangguan pada anak tersebut dg sendirinya hilang. sebaliknya, jika kita hanya fokus pada si anak sedangkan ortunya tidak diruqyah, proses kesembuhan anak tsb agak lama dan si anak bisa mengalami gangguan serupa lagi di lain waktu, karena sumber gangguan sebenarnya tidak di anak itu tetapi disalah satu/kedua ortu-nya.
3.jika gangguan jin tjd pada anak sebelum dia baligh dan kedua ortunya tidak mengalami gangguan jin maka kemungkinan besar, ada salah satu diantara leluhur antum atau istri antum yang memiliki kemampuan gaib, pernah berinteraksi, pusaka jimat atau sejenisnya.
Langkah terapi :
1. temukan sumbernya, jika ada peninggalan leluhur berupa benda-benda keramat, jimat pusaka dll, lebih baik segera dihancurkan, dibakar hingga tidak berbentuk.
2. lakukan ruqyah utk antum dan istri antum. lakukan ruqyah seperti biasa antum meruqyah atau cukup dengarkan surat Al Baqoroh selama beberapa hari/1-3 pekan / lebih baik sampai antum dan istri merasakan reaksi/merasa lebih baik.carilah waktu khusus yang tdk ada gangguan agar lbh konsentrasi.
3. putarkan CD / kaset al Baqoroh di kamar anak antum terutama pagi dan petang hari samapai masuk isya’
4. ruqyah-lah anak antum bersama istri antum setiap hari.lebih baik anak antum duduk dlm pangukuan istri antum selama ruqyah.jika istri antum bereaksi keras, fokus kan ruqyah utk beliau sedangkan anak antum cukup mendengarkan saja disampingnya. saat meruqyah anak, coba tekan sedikit ulu hati-nya, pegang kepalanya selama ruqyah dan bacakan dekat dengan telinga.
5.minumkan air ruqyah setiap hari dan setiap kali minum utk anak antum. semua air yang digunakan untuk membuat susu lebih baik diruqyah dl.
6. jika masih kurang, bisa ditambah dengan mandi air ruqyah stiap hari utk anak antum. lebih baik mandinya jgn dikamar mandi, untuk menghormati air yang telah dibacakan ayat al Qur’an.
7. lakukan semua hal diatas tanpa putus selama 1-3 pekan
Demikian, semoga bermanfaat.
Wassalam

Nadhif

 

About these ads

9 responses to this post.

  1. Posted by abu_iqbal on April 17, 2009 at 11:36 am

    Sykron ats nasihatnya mudah2an bermanfaat af1

    Balas

  2. Posted by rahman on September 10, 2009 at 10:17 am

    asalmualkm. banyak2 zikir

    Balas

  3. Posted by lareangon on Oktober 6, 2009 at 8:32 am

    Ass. Wr Wb

    Pak Ustd Nadhif

    Maaf saya mohon izin untuk mencetak khususnya tulian soal ruqyah yang disampaikan melalui situs ini.

    Saat ini anak saya sedang dilakukan ruqyah (mulai pertengahan bulan puasa lalu).

    Keputusan itu saya ambil sesudah menyaksikan kebandelan yang acapkali diluar batas, sehingga sampai pula batas kesabaran kami sebagai orangtua.

    Alhamdulillah, tampaknya mulai ada perubahan sikap. Semula senang main keluar rumah bahkan tak ingat waktu meski magrib tiba dan sekarang senang dirumah.

    Awalnya saya berpikir bandelnya itu lebih bersifat terkait psikologis lantaran kedua orangtua bekerja (ia selalu bersama pembantu)…

    Sungguh saya bersyukur padaNya juga berterima kasih pada yang meruqyah.

    Jika boleh bertanya pada ustd. apakah peruqyah sejati akan mengatakan tarif diawal sebelum ruqyah ? Jika itu terjadi gimana hubungannya dengan keihlasan itu sendiri sebagai bagian terpenting kaitannya pada Tuhan ?

    Bukan tidak iklas membayarnya, melainkan justru ketika yang kita butuhkan tak hanya ‘sekadar’ pengobatan demi kesembuhan, melainkan juga bukti praktik langsung terapan agama agar ia tidak pisah dari ketika ‘pengajian’
    diberikan.

    Jika ceramah, pengajian itu adalah teori atau sebut ‘agama’ murni, maka salah satu yang dikerjakan seperti meruqyah dll adalah agama dalam ‘terapan’nya.

    Jadi gimana sikap saya jika menyaksikan ‘transaksi’ fulgar berupa pernyataan tarif oleh seorang peruqyah ?

    Matur nuwun

    Balas

    • Posted by ruqyah123 on Oktober 7, 2009 at 5:37 am

      Walaikum salam wr.wb
      Sebelumnya, saya ingn sampaikan bhw saya bkn ustadz,lbh baik gunakan kata pak atau mas saja lebih enak kedengaranya.
      saya tidak keberatan jika ada yang ingin nge-print tulisan tulisan yang ada diblog ini, dengan catattan tidak utk dikomersilkan, dan tetap cantumkan nama situs ini. dan jika ada yang berminat mngcopy print out anda, mohon sarankan agar ambil langsung di blog ini.alasannya sederhana, agar lebih banyak informasi yang dia dapatkan dan jika dibutuhkan, mereka bisa kontak langsung ke saya melalui blog ini atau email.

      Ttg tarif ruqyah, saya tdk ingn membri jawabn berdasrkan keinginan hati saya, tetapi berdsrkan nash-nash yang ada krn itulah ukuran tbaik utk melihat benar dan salah sesuatu.
      Berikut salah satu riwayat shohih ttg ruqyah :
      diriwayatkan dari Abu Sa’d ra. : sebagian para sahabat Nabi Muhammad Saw melakukan perjalanan hingga (pada malam hari) mereka tiba di suatu tempat yang menjadi daerah kekuasaan suatu suku arab. para sahabat meminta para penduduk untuk memperlakukan mereka sebagai tamu, tetapi mereka menolak.
      kepala suku arab itu digigit seekor ular berbisa dan orang-orang dari suku itu berusaha mengobatinya tetapi sia-sia. mereka berkata (satu sama lain), “tidak ada yang dapat mengobatinya, pergilah kamu menemui orang-orang yang tinggal di daerah ini malam ini, mungkin mereka memiliki obat penawar racun”.
      beberapa orang menemui para sahabat Nabi Muhammad Saw dan berkata, ” wahai kafilah, pemimpin kami digigit ular berbisa. kami telah berusaha mengobatinya semampu kami, tetapi sia-sia. apakah kalian memiliki obatnya?” salah seorang dari sahabat berkata, “ya, demi Allah. aku akan membca ruqyah untuknya, tetapi karena kami telah ditolak menjadi tamu kalian. aku tidak dapat membacakan ruqyah kecuali apabila kalian memberi kami upah untuk itu”. mereka setuju membayar dengan sejumlah biri-biri.
      kemudian salah seorang sahabat Nabi Muhammad Saw pergi (ke tempat mereka) dan membaca : Alhamdulillah Rabbal alamin (Al fatihah), dan meniup tubuh si kepala suku yang seketika tampak sehat kembali, seakan-akan telah terbebas dari semacam ikatan, lalu bangun dan mulai berjalan, tidak menunjukkan tanda-tanda kesakitan. mereka pun membayar dengan upah yang telah disepakati sebelumnya.
      sebagian dari mereka (para sahabat Nabi Muhammad Saw) menyarankan agar mereka membagi rata upah itu. tetapi salah seorang dari mereka menolak dan berkata, “jangan dahulu dibagikan sebelum kita bertemu dengan Rasulullah Saw untuk menceritakan apa yang telah kita alami, dan menunggu perintahnya”.
      maka mereka pun pergi menemui Rasulullah Saw. setelah mendengar seluruh cerita mereka, Rasulullah Saw bersabda, “bagaimana kamu tahu surah Al Fatihah dapat dibacakan sebagai ruqyah?” kemudian Nabi Muhammad Saw menambahkan, “apa yang telah kalian lakukan benar. bagi rata upah kalian. dan berilah aku bagian”. sambil mengatakan hal itu Rasulullah Saw tersenyum.
      Jika kita perhatikan riwayat diatas, para sahabat menentukan tarif upah diawal dan hal itu tidak dipermasalahkan oleh Nabi saw. inilah hadits paling terkenal yang sering digunakan oelh para ulama utk menjelaskan kerutamaan Al fatihah sekaligus dalil diperbolehkannya menerima upah dari meruqyah. demikianlah dalil yang ada, shg upah yang diterima dari proses ruqyah dapat dibenarkan scr fiqh.
      Namun demikian, pendapat saya pribadi dan selama ini yang saya lakukan, saya cnderung menghindari upah terapi. bkn karena masalah keihlasan,jg bkn berarti sy melarang upah terapi, tetapi sy khwatir pasien akn mlhat ruqyah hny spt pengobatan alternatif sj. sy ingin ummat melihat ruqyah sebagai dakwah bkn praktik pengobatan semata, pngobatan yang ringan, sederhana dan tidak memberatkan. namun, sya tidk bisa mnyalahkan pmberlakuan tarif tsb selama masih wajar dan disampaikan dg etika agr tidk menimbulkan persepsi yang salah thd ruqyah dan dakwah.

      Demikian, smg bermanfaat.

      Balas

  4. Posted by bundenise on April 15, 2010 at 12:09 am

    Alamat klinik tempat anda praktek dimana?

    Balas

  5. Posted by agus purwanto on September 8, 2010 at 4:27 am

    mohon izin untuk mendownload artikel ini.
    jazakalloh.

    Balas

  6. Posted by Muhammad Rizal on Februari 8, 2011 at 2:43 am

    Assalamu ‘Alaikum…

    Ilmu yang sungguh bermanfaat ada di blog ini…
    Alhamdulillah ada saudara yg kayak beliau ini
    yg mau membagikan ilmunya..(semoga ilmunya ditambah oleh Allah SWt,,amin)

    saya juga ijin copas seluruh isi blog ini untuk dibaca offline aja (‘maklum koneksi jarang’) tp bukan u komersial atau buat web juga cuma buat baca… ;)

    kemarin tgl 7 februari saya mencoba me ruqyah sepupu saya yang di santet, sy menggunakan HP untuk memperdengarkan bacaan ayat ruqyah syar’i..
    Alhamdulillah ada 3-4 jin yang masuk islam, selebihnya rencana ntar sy ruqyah lagi..mohon doanya ya mas..

    oya..kalo misalnya jin mau keluar, ada tehnik khusus ga u membantunya keluar atau gimana????

    wassalam

    Balas

  7. Posted by yuliani on Maret 10, 2011 at 10:41 am

    alamat praktekny dimana pak….

    Balas

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 355 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: