Meruqyah Tanpa Diagnosa (Bagian 2)

Meruqyah Tanpa Diagnosa

(Bagian 2)

 

Beberapa bulan silam…

Saya berkesempatan bertemu dengan seorang Ibu, dari salah satu kota di sumatera. Sambil menangis Beliau memulai bercerita tentang anak laki-lakinya, yang sedang tertimpa masalah. Tak kuasa menahan tangis saat beliau bercerita..entah apa yang terjadi hingga beliau sedemikian terguncang. Saya tunggu beberapa saat hingga beliau mulai bisa bercerita dengan lebih tenang.

“Pak, anak saya sekarang sedang di penjara.” Beliau membuka kalimat ceritanya.

“Karena tuduhan apa?” tanya saya waktu itu.

“Anak saya pengguna narkoba, tapi belum sampai kecanduan. Tapi dia ditangkap bukan karena narkoba. Anak saya membunuh seseorang. Bukan masuk penjara atau membunuhnya saja yang membuat hati saya sedih, tapi anak saya telah membunuh kakeknya sendiri, ayah saya.” Jawabnya diiringi tangisan yang pecah kembali. Lanjutkan membaca

Meruqyah Tanpa Diagnosa (bagian 1)

Meruqyah Tanpa Diagnosa

Bagian 1

Pada sebagian kasus, meruqyah adalah aktivitas pengobatan yang sangat sederhana. Tetapi jika kita perhatikan lebih seksama, sebenarnya proses meruqyah tidak sesederhana yang dibayangkan. Proses meruqyah sama dengan proses pengobatan dalam Bekam atau pengobatan medis, yakni perlu ditegakan diagnosa sebelum melakukan terapi. Benarkah demikian?

Iya.

Pada sebagian kasus, diagnosa memang seolah tidak dibutuhkan, tetapi dalam kasus kasus lain diagnosa sangat dibutuhkan sebagaimana dunia pengobatan lain. Apa efeknya jika meruqyah tanpa diagnosa? Lanjutkan membaca

Salah Satu “Sarang” Jin : Sifat dan Memori

Salah Satu “Sarang” Jin : Sifat dan Memori

Bismillah hirrahman nirrahim..
Beberapa bulan yang lalu kakak mengajak saya ke pelatihan yang ustadz selenggarakan di Masjid At-Taibin, Jakarta Pusat. Tujuan kami mengikuti pelatihan tersebut untuk mendapatkan second opinion atas masalah yang sedang kami hadapi.

Singkat cerita sebelum saya datang ke Masjid At-Taibin, beberapa waktu lalu ada seseorang (yang mengaku kyai) yang memberitahu ibu saya bahwa kakak terkena sihir dari mantan bosnya. Percaya tidak percaya tapi keluarga saya lebih cenderung mempercayainya karena pada saat itu kakak sulit mendapatkan pekerjaan baru dan di usianya yang sudah dewasa belum juga menikah, mencoba di kenalkan dengan pria pun seolah-olah seperti ada yang menghalangi. Alhamdulillah kakak memilih jalan pengobatan ruqyah syari’yyah dan sekarang sudah mendapatkan pekerjaan. Lanjutkan membaca

SAKIT TAK KUNJUNG SEMBUH

SAKIT TAK KUNJUNG SEMBUH

Assalamu’alaikum,

Berdasarkan pelatihan yang lalu, untuk membuat resume / riwayat, berikut coba saya buat :

Latar belakang

Sebelumnya saya mengalami sakit pinggang sejak akhir tahun 2011 hingga awal 2013 (ke dokter ndak berubah, kemudian mejalani terapi urut, alhamdulillah membaik). Saya mengalami sakit badan sebelah sejak jan 2013, hingga juli 2014. Adapun sakit badan sebelah, yang dimaksud yaitu tangan kanan yang amat sakit hingga jari-jari, leher, pundak, pinggang, paha dan kaki kanan. Selama ini saya selalu berusaha keras menjaga akidah saya dan beribadah sebaik mungkin. Berobat ke beberapa dokter dengan terapi obat beberapa bulan tapi tak kunjung membaik, bahkan suntikan anti nyeri pun tak dapat menghilangkan nyeri yang saya alami. Karena sakit yang tak kunjung sembuh akhirnya keluarga membawa saya ke beberapa tempat tidak syari, dan saya selalu menentang kemauan mereka hingga sering kali berselisih paham dengan ibu saya dan dinggap anak yang tidak mau menurut kata orang tua, hingga kondisi saya yang amat sakit dan tak berdaya akhirnya terpaksa mengikuti kemauan mereka.

History / pengalaman yang mungkin menjadi penyebab : Lanjutkan membaca

RUQYAH LEARNING CENTER

Ruqyah Learning Center

(Komunitas Pembelajar Ruqyah Syar’iyyah di Grup WA)

Alhamdulillah, bersyukur sekali, salah satu cita-cita saya terwujud, meski dengan bentuk yang masih sangat sederhana. Para alumni pelatihan bersama Konsultasiruqyah.wordpress.com di Banjarmasin, Jakarta dan Tegal telah berkumpul dalam wadah yang kami beri nama RLC, Ruqyah Learning Center. Sebagian besar yang tergabung dalam wadah ini adalah para praktisi dengan kesamaan visi In syaa Alloh, yakni menghadirkan ruqyah syar’iyyah dengan wajah ramah dan menjadi pembelajar sepanjang waktu. Lanjutkan membaca

PELATIHAN RUQYAH DI TANGERANG

 

Pelatihan Ruqyah Syar’iyyah

untuk TANGERANG DAN SEKITARNYA

Pelatihan Tangerang

Panduan Praktis Ruqyah Syar’iyyah – Menjadi pribadi muslim yang berakhlak mulia sebagai pagar diri dari gangguan jin

A. MEMAHAMI RUQYAH

Ruqyah atau mantera (jawa : suwuk, jopa-japu) sudah ada sejak sebelum Rosulullah SAW diutus. Keberadaannya dibutuhkan dalam kehidupan manusia. Hanya saja Islam melarang setiap hal yang mendatangkan kerugian dan kesesatan, sekalipun hal itu ‘dibutuhkan’.

Islam menggantikan setiap kebutuhan yang dilarang itu dengan sesuatu yang halal yang lebih baik dan menjamin kebahagiaan hidup selamanya. Mantera-mantera (Ruqyah) untuk perlindungan atau penyembuhan – baik yang jelas ke-syirik-annya maupun yang samar-samar – adalah suatu yang dilarang, sekalipun ‘seolah-olah’ mendatangkan hasil. Dalam sebuah riwayat shohih diberitakan:

عَنْ عَوْفٍ بْنِ مَالِكٍ رضي الله عنه قـال : كُنَّا نَرْقِي فِى الْجَـاهِلِيَّةِ، فَقُلْنـَا يـَا رَسُوْلَ اللهِ كَيْفَ تَرَى بِذلِكَ ؟ فَقَالَ : أَعْرِضُوْا عَلَيَّ رُقَاكُمْ لاَ بَـأْسَ بِالرُّقْيَةِ مَالَمْ تَكُنْ شِرْكـاً (رواه مسلم

“Dari sahabat ‘Auf bin Malik ra dia berkata : Kami dahulu meruqyah di masa Jahiliyyah, maka kami bertanya : “Ya Rosulullah, bagaimana menurut pendapatmu ?” Beliau menjawab : “Tunjukkan padaku Ruqyah (mantera) kalian itu. Tidak mengapa mantera itu selama tidak mengandung kesyirikan” (HR. Muslim).

Lanjutkan membaca

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 474 pengikut lainnya.