LALAT DAN SAMPAH

LALAT DAN SAMPAH

Beberapa tahun silam, ada salah pasien yang hampir selalu rutin datang setiap sabtu untuk ruqyah bersama. Keluhan sakitnya macem-macem, diantaranya yang saya ingat adalah gangguan di pencernaan dan beberapa keluhan lain. Beliau memiliki latar belakang keluarga besar yang sangat dekat dengan hal-hal supranatural. Jimat, pusaka, atau menghitung hari untuk bangun rumah, atau arah menghadapnya rumah bukan lagi hal asing dalam keluarga beliau. Beliau “rajin” ke dokter jika sakit mulai kambuh. Dan tak kunjung sembuh meski berulang kali berobat. Hingga beliau memutuskan untuk ikut ruqyah. Selesai kah??…..

Tidak. Berulangkali beliau mengikuti ruqyah di tempat saya, dan reaksi yang muncul selalu sama, muntah-munta dan sejenisnya. Selesai ruqyah, badan terasa ringan dan sakit berkurang. Tp tidak berapa lama, sakit datang kembali. Begitu seterusnya. Lanjutkan membaca

DIA TIDAK MAU DIRUQYAH

DIA TIDAK MAU DIRUQYAH

 

Suatu saat, ada salah seorang ibu-ibu menghubungi saya. Beliau menceritakan salah satu masalah yang terjadi dalam rumah tangga beliau. Yakni tentang sang suami.

Beliau melihat perilaku yang tidak wajar dalam diri sang suami, dari hal-hal kecil hingga hal penting dalam keluarga. Sang suami, sering mengigau, ketindihan saat tidur, dan berperilaku aneh saat tidur (maaf : seperti mempermainkan kemaluan beliau sendiri saat tidur), beliau pendiam, tidak banyak bicara, dan beberapa waktu terakhir lebih banyak sibuk dengan HP dan gadgetnya.

Beiau     : “Apakah ini gangguan jin?”

Beliau    : “Apakah bisa diruqyah tanpa sepengetahuan beliau atau ruqyah jarak jauh, misalnya? Karena mungkin beliau tidak mau diruqyah, atau mungkin malah tersinggung jika diajak ruqyah” Lanjutkan membaca

MERUQYAH LUPUS

MERUQYAH LUPUS

 

Beberapa tahun silam,(kayak dongeng menjelang tidur..hehe J)

Ada salah satu keluarga yang minta tolong agar keponakannya diruqyah. Dia kerja di Bali dan selama beberapa pekan pulang ke lumajang karena sakit yang dialaminya. Saat sy datang kondisinya sangat lemah, tubuh kurus kering dan kesulitan untuk duduk lama. Sambil sesekali menahan rasa sakit,beliau duduk di kursi, berbincang sebentar sebelum ruqyah dimulai.

Hasil diagnosa dan vonis dokter, beliau menderita lupus. Positif in syaa Alloh. Lanjutkan membaca

PELATIHAN RUQYAH SYAR’IYYAH DI JAKARTA-JANUARI 2016

PELATIHAN RUQYAH SYAR’IYYAH

DI JAKARTA

WAKTU : 9-10 JANUARI 2016

Info lebih lanjut silahkan lihat leaflet berikut

Ruqyah5_edit

Halaman 2

ANA BUKAN HOMOSEKS

Bismillahir rohmaanir rohiim

Assalamu’alaikum ya ustadz / akhi,
afwan , dengan nama Alloh ana mau minta sarannya ,

dan rahasia ini terpaksa ana publikasikan, demi mengharap kesembuhan dari Alloh subhanahu wata’ala.

Ana seoarang laki-laki berusia 23 tahun, alhamdulillah ana senantiasa berusaha menjalankan segala perintah Alloh dan berusaha dengan semaksimal mungkin untuk menjauhi hal-hal yang dilarang oleh-Nya

Akan tetapi ada satu persoalan penyakit hati yang membuat ana sedih dan terasa sangat khawatir bila tidak segera di obati , yaitu ” rasa ketertarikan kepada sesama jenis “. tapi perlu di garis ATAS-i bahwa ” ANA BUKAN SEORANG HOMOSEKSUAL ” ana merasa bahwa semakin bertambahnya usia ana maka rasa ketertaikan itu semakin bertambah pula. Ana hawatir bila penyakit ini akan berlanjut pada masa rumah tangga ana nanti , A’UDZU BILLAAHI MINDZAALIK . wal i’yadzubillah… sebenarnya didalam hati ana masih terdapat sedikit rasa ketertaikan kpada lawan jenis , mungkin apabila di persentase-kan antara rasa ke terangsangan gairah syahwat ana apabila melihat aurat laki-laki yaitu sebesar 90% dan langsung ber-Reaksi seketika itu juga , sedangkan kpd aurat perempuan diperkirakan hanya 10% dan untuk memunculkan yang 10% itupun harus dengan bersusah payah ( berusaha memikirkan hal-hal yg jorok , ” AFWAN ” , walalupun ana sangat menyadari bahwa hal itu berdosa ), akan tetapi mau bagaimana lagi cara ana untuk bisa memunculkan syahwat yg 10% tersebut kalo bukan dgn cara demikian , karena telah ana coba berbagai cara untuk bisa menjadi laki-laki normal :
(afwan , ana bukan bermaksud untuk riya / ujub / sum’ah, dll. hal ini demi terwujudnya jalan kesembuhan buat ana ), Lanjutkan membaca

‘KUNGFU’ RUQYAH

‘KUNGFU’ RUQYAH

 

Maret 2013, Qadarullah saya berkesempatan bertemu dengan sahabat-sahabat peruqyah di salah satu klinik di Banjarmasin. Pelatihan ruqyah dengan pendekatan sedikit berbeda dengan yang lazim terjadi diwaktu itu di Banjarmasin.

Pada saat ramah tamah sebelum pelatihan, salah satu senior disana menyampaikan bahwa peruqyah perlu punya fisik kuat dan bila perlu belajar beladiri karena reaksi pasien kadang diluar dugaan dan butuh beladiri untuk ‘melumpuhkan’ jin nya. Hmmmm…iya kayaknya Ust, jawab saya sambil bercanda.

Pada hari kedua saat sesi istirahat datanglah salah satu panitia, minta diruqyah.

Pernah diruqyah mas? tanya saya.

“Alhamdulillah sering”, jawabnya sambil tersenyum.

Saya lihat beberapa ikhwan ikut duduk disekitar kami berdua.ada 4 atau 5 orang ikhwan.

“Apa reaksinya waktu ruqyah terakhir?” tanya saya.

“Reaksi keras ustadz, melawan, mengamuk dan menyerang. Selalu begitu reaksinya setiap kali ruqyah. Saking kerasnya reaksi saya, saat ruqyah, saya dikeroyok dan memang perlu beberapa orang bantu megangin saya. Karena kalo tidak dipegangi, saya akan menyerang peruqyahnya.” Jawabnya. Lanjutkan membaca

PROTEKSI PEMIKIRAN DALAM RUQYAH SYAR’IYYAH

PROTEKSI PEMIKIRAN DALAM RUQYAH SYAR’IYYAH

 

Ideologi selalu menjadi akar dari setiap teknik pengobatan supranatural di dunia. Setiap pengobatan yang tidak murni dhohir selalu terkait dengan mitos, kepercayaan dan ideologi tertentu. Oleh karenanya tidak lah mengherankan jika Nabi memberikan batasan bahwa ruqyah boleh selama tidak mengandung kesyirikan. Karena  kesyirikan adalah bentuk ideologi yang menjadi musuh abadi tauhid.

Kalimat ini mengisyaratkan bahwa ruqyah, jika tidak ada proses filterisasi maka akan berujung pada kesyirikan. Ini adalah PR besar dalam ruqyah agar proses ruqyah senantiasa terjaga.

Jadi pengobatan spiritual, dan pengobatan fisik adalah 2 hal yang jauh berbeda meski keduanya diakui dalam Islam. Hanya saja pengobatan spiritual tidak bisa dilepaskan dari aspek ideologi, itulah sebabnya kita diminta berhati hati dan benar2 melakukan filterisasi dengan teliti.

Benarkah pengobatan spiritual terkait denga ideologi ? Lanjutkan membaca

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 548 pengikut lainnya