Keluarga dari Alam Lain-bagian 1

Berikut tanya jawab dengan Mba Y di Bukit tinggi

assalamualaikum, wr wb.

saya mahasiwi dari bukittinggi. banyak keraguan tentang hal gaib yang terjadi pada diri dan orang-orang sekitar saya. namun, kadang kami merasa itu hanyalah hal duniawi.

bagaimana menurut anda, tentang seorang manusia yang mempunyai keluarga dalam alam bunian? atau dalam dimensi berbeda mereka adalah keluarga kita??

apakah sakit kepala yang sudah lama tidak sembuh itu adalah gangguan jin?
tapi yang saya rasakn bukan pusing..

namun, rasa sakit yang rasanya alng kepalang…

namun masih berusaha untuk saya tahan..
walau kadang tidak mampu..

dan itu sudah sekitar 2-3tahun ini…

mohon jawabannya…

terima kasih sebelumnya.

wasalam.. dari Y

Assalamu’alaikum wr.wb

 

Sebelumnya, saya ucapkan terima kasih atas kunjungan Mba Y ke blog saya. Saya turut prihatin atas sakit yang mba Y alami,mudah-mudahan kesabaran Mba Y dinilai sebagai pahala, penghapus dosa dan pengangkat derajat dihadapanNya.

Sebelum saya menjawab pertanyaan Mba, saya ingin kita bersepakat pada 1 hal, bahwa dalam masalah gaib tidak ada rujukan paling valid selain sumber dari Ilahi, wahyu. Bagi seorang muslim, tentu yang saya maksud adalah Al Qur’an dan Hadist Nabi, pendapat orang bisa salah, ilham juga bisa keliru, ilmu manusia juga terbatas. Semua hal boleh dan mungkin salah tapi Al Qur’an dan Hadist tidak mungkin salah. Kita tidak perlu khawatir ttg perbedaan tafsir karena ayat-ayat yang terkait dengan hal-hal gaib sangat jelas artinya.Oleh karena itu saya berharap kita bersedia melepas semua informasi/sumber dan kembali pada Al Qur’an dan penjelasan Nabi.

  1. Tentang keluarga dari alam lain.

Pada tahun 2006 saya diundang untuk membantu ruqyah massal di Sampit Kaltim. Disana ada kepercayaan bahwa setiap orang memiliki saudara seekor buaya,sehingga ketika ada anak lahir maka harus ada ritual khusus. Lain lagi di Jawa, di jawa dikenal dengan sedulur papat limo pancer kakang kawah adi ari ari, orang jawa meyakini bahwa setiap orang didampingi 4 makhluk dan 1 orang makhluk yang disebut adi ari ari atau adik ari ari. Kepercayaan-kepercayaan seperti ini ternyata sangat banyak di negara kita dan sangat beragam termasuk yang Mba sebutkan. Siapakah yang benar ? bagaimana mempertemukan pemahaman itu?pertanyaan logisnya maka yang menjadi saudara saya? 5 makhluk seperti keyakinan Jawa atau seekor buaya seperti keyakinan orang Kalimantan? Tidak jelas. Inilah mitos, masing-masing daerah akan memiliki kepercayaannya masing-masing seiring dengan perkembangan adat dan budaya di daerah itu. Jika kita hanya membahas percaya atau tidak maka tidak akan pernah ketemu jawaban sebenarnya karena masing-masing akan bertahan dengan keyakinannya. Maka menurut saya pertanyaannya bukan percaya atau tidak percaya tetapi adakah sumber yang benar-benar bisa kita percaya dan dapat kita jadikan rujukan untuk mempercayainya. Ini bukanlah fisik/dhohir yang langsung bisa dibuktikan dengan panca indra kita, ini masalah gaib. Sekali lagi adakah sumber yang layak kita percayai?jika tidak ada, maka kita harus jujur mengakui bahwa semua ini hanya mitos, keyakinan dan kepercayaan yang tidak ada dasarnya. Ada sebagian orang yang pasti menentang pernyataan saya ini, meraka akan bilang bahwa mereka bisa menyaksikan, hadir, bahkan berinteraksi dengan “saudara” gaib mereka ini. “Ini bukan mitos karena saya menyaksikan sendiri”, mungkin seperti inilah kalimat mereka. Dulu sebelum saya aktif meruqyah, saya pun tidak bisa memahami dengan jelas tentang mitos yang ada disekitar kita. Tetapi setelah sekian lama meruqyah maka semakin jelas siapakah yang sebenarnya dianggap sebagai “saudara” kita itu?

Sebelumnya, mari kita lihat Islam ttg hal ini. Islam mengakui adanya maklhuk lain yang menyertai kita. Siapa mereka dan apa tugas mereka? Islam menjelaskan bahwa

a.            Setiap manusia diampingi oleh 2 orang malaikat yang menjaga secara bergantian pagi dan petang. Mereka menjaga kita dari bahaya. Silahkan dibuka Kitab Jami’ul Ulum Wal Hikam karya Ibn Rajab, bab hadist Jagalah Alloh maka Alloh akan menjagamu. Malaikat ini menjaga atas perintah Alloh, ketika kita menjaga diri dari dosa, maka mereka akan menjaga kita, tetapi saat kita berbuat dosa, mereka akan membiarkan kita. Mereka tidak berbicara dengan kita, tidak pula menuruti perintah kita, kita tidak mungkin melihat mereka dan yang pasti mereka bukan saudara kita. Tapi mereka adalah makhluk taat yang ditugaskan menjaga kita. Tidak ada intraksi, komunikasi antara kita dengan mereka. Dan jin juga tidak mampu melihat dan berinterakasi dengan mereka. Inilah penjelasan Islam tentang makkhluk disekitar kita.

b.            Jin Qorin. Setiap manusia selalu didampingi oleh seorang jin sejak lahir hingga kita meninggal. Jin ini disebut jin qorin. Banyak hadist yang menyebutkan ttg hal ini. Merekalah yang mereka kita untuk berbuat dosa dan maksiat. Karena telah mendampingi kita sejak lahir maka jin qorin tahu betul segala hal ttg kita, bahkan semuanya mirip dengan kita. Inilah yang sering disebut orang arwah gentayangan, atau kesurupan roh leluhur. Jadi yang dimaksud dengan roh leluhur, roh halus, arwah yang dipanggil untuk permainan jailangkung, semua itu adalah jin qorin yang memilki kemampuan menyerupakan diri persis dengan kita. Lantas kemana orang-orang yang sudah meninggal ? Islam sudah menjelaskan, mereka ada di alam Barzkah, alam kubur, alam yang akan kita lalui bersama. Alam barzakh adalah alam yang gaib dan lebih gaib dari alam jin. Ini adalah alam batas antara dunia dan akhirat. Jin sedikitpun tidak mengetahui alam barzakh.

c.            Malaikat pencatat amal, kita dan bangsa jin tidak bisa berinteraksi dengan mereka dan juga tidak bisa melihat mereka.

d.            Jin yang pernah membantu leluhur kita dulu. Inilah point terpenting.

Jika kita berkesimpulan bahwa yang dimaksud “saudara” adalah para malaikat tsb, maka tidak mungkin karena kita tidak bisa melihat dan berinteraksi dengan mereka. Sedangkan dalam mitos, kita mempercayai bahwa kita dapat berinteraksi dengan mereka. Sebagian diantara kita mungkin ada yang menyangkal dan mengatakan dapat berkomunikasi dengan “saudara” mereka. Siapakah mereka sebenarnya? Jawaban paling logis dan berdasarkan pengalaman selama ini adalah jin yang pernah membantu leluhur kita. Iya, jin-jin itu lah yang datang dengan wujud leluhur, dengan wujud saudara, atau menyatakan diri sebagai saudara. Mereka adalah jin-jin yang merasa berjasa pada leluhur kita karena mereka pernah membantu leluhur kita untuk mendapatkan kesaktian, pengelaris, keselamatan dll. Saat mereka membantu leluhur kita mereka meminta kompensasi, baik kompensasi ini disadari atau tidak oleh leluhur kita. Diantara kompensasi yang sering saya temui, jin jin itu akan ikut dan akan selalu berintereksi dengan keturunan leluhur kita tersebut. Inilah jati diri mereka. Mereka bukan saudara kita, bukan para malaikat, tapi mereka adalah jin-jin yang sedang menuntut kompensasi atas “jasa haram” mereka pada leluhur kita. Maka beruntunglah mereka leluhurnya tidak pernah punya hubungan dengan bangsa jin.:)

 

Bagaimana sikap kita ?

Selayaknya kita bersikap sesuai tuntunan agama kita, semua cerita ttg saudara dari alam lain adalah mitos tidak berdasar, dan merusak iman kita. Jika ada yang pernah bertemu dan berinteraksi dengan “saudara “ dari alam lain tersebut, maka yakinlah bahwa mereka bukan saudara Anda, bukan juga malaikat tetapi mereka adalah para jin yang sedang merusaha menyengsarakan Anda.

 

  1. Sakit kepala

Saya berharap bahwa Mba Yolanda sudah membaca artikel ttg tanda-tanda gangguan jin. Jika sudah, ada berapa tanda tersebut yang ada pada diri mb Yolanda ? Untuk memastikan gangguan jin atau bukan, lakukan hal-hal berikut :

  1.  
    1. Pastikan Anda sudah periksa ke dokter. Jika tidak terdeteksi atau tidak ada perubahan berarti, lakukan langkah berikutnya.
    2. Pastikan tidak ada masalah kejiwaan yang sedang dihadapi. Tidak ada masalah psikologis. Tidak ada masalah pribadi/keluarga yang berat dan menyita perhatian, tidak ada akumulasi kekecewaan, kesedihan, amarah, dendam, trauma, tidak ada perasaan kecewa terhadap realita hidup aygn sedang dihadapi. Karena ada beberapa kasus, gangguan / sakit yang sangat mirip dengan gangguan jin tetapi ternyata gangguan psikologis.
    3. Baca dengan seksama tanda-tanda gangguan jin, jika ada lebih dari 2 maka perlu waspada mungkin benar sakit tersebut karena gangguan jin. Tapi ini belum kesimpulan final harus dicek.
    4. Cara memastikan gangguan jin. Setelah memastikan 3 hal diatas lakukan hal-hal berikut :

                                                              i.      Datang ke klinik ruqyah terdekat, ikuti terapinya untuk memastikan apakah sakit kepala tersebut, atau

                                                             ii.      Belilah kaset / CD Al qur’an yang dibaca tartil seperti CD Al qur’an Imam Masjid Nabawi, bukan Qiroah yang dibaca mnedayu-dayu seperti MTQ di Indonesia. Lalu dengarkan Surat Al Baqoroh selama 1-2 jam selama 2-3 hari. Jika sakit kepala tersebut benar-benar gangguan jin maka akan muncul reaksi :

1.      Mual,

2.      Muntah

3.      ingin buang angina/buang air

4.      menangis tanpa sebab

5.      sesak di dada

6.      kepala semakin pening

7.      sakit kepala tiba-tiba hilang

8.      badan bergetar/bergerak-gerak

9.      berbicara atau berteriak tanpa sebab

10.  keluar keringat dingin

11.  sebagian atau seluruh badan terasa panas

12.  nyeri dibagian tubuh tertentu

13.  hilang kesadaran atau antara sadar dan tidak sadar, atau seperti melayang dan berkunang-kunang.

14.   

                                                           iii.      Jika dalam 2-3 hari tidak terjadi apa-apa lakukan sampai 7 hari

                                                          iv.      Jika reaksi diatas muncul yang perlu Anda lakukan adalah seperti yang tertulis dalam artikel Langkah pertama jika gangguan jin terjadi. Lalu ikuti terapi diklinik ruqyah terdekat agar perkembangan Anda dapat terpantau.

                                                            v.      1 hal penting : semua model terapi ruqyah dapat diikut dan dilakukan semua pasien baik oleh muslim maupun nonmuslim. Ada banyak dalil ttg hal ini tapi tidak perlu untuk dibahas saat ini.

Mudah-mudahan penjelasan ini bermanfaat, dan semoga segera sembuh.

4 responses

  1. walaikumsalaam,

    terima kasih karena saudara telah merespon pertanyaan saya..

    sebenarnya saya ingin sekali menghubungi anda melalu hp NAMUN, percuma karena saya lebih bisa bercerita dengan tulisan dari pada lisan.. karena tulisan dapat membuat saya lebih terbuka… saya harap saudara maklum…

    mungkin apa yang saudara katakan memang bener…

    saya mo bertanya, berarti para generasi penerus adalah korban yang tak tau apa-apa.. tapi harus menerima akibatnya..

    tapi, kenapa?
    bukannya yang berbuat dia harus bertanggung jawab…

    mungkin sekarang itu terjadi pada saya..
    keluarga dari ayah saya, tapi seharusnya turunnya bukan kepada saya…

    tapi, kenapa saya yang selalu merasakan hal gila itu…
    walalupan sampai saat ini saya bersyukur tidak di perlihatkan yang aneh2
    tapi sering merasa diikuti atau mereka selalu berada di sekitar saya…
    kalo sekilas dan bunyi2 aneh, sudah hampir sering…

    tapi saya selalu berharap itu hanya halusinasi saja…
    atau karena cemas saja.. yang padahal saya tidak ada terlalu memikirkan tentang hal-hal ini…

    tentang sakit saya, saya sudah pernah pergi ke dokter, 3 dokter yang telah saya temui… selalu memberi keternagan yang berbeda.. dan bertolak belakng sengan dokter yang satunya yang telah saya temui sebelumnya…

    ntah apa yang sedang terjadi pada diri saya…
    saya tak tau…

    saya mohon jawaban saudara, semoga dapat membuat hati saya lebih tenang..

    terima kasih sebelumnya

    1. Silahkan dibaca di kategori tanya jawab. Keluarga dari alam lain 2.
      atau silahkan buka email anda, karena jawaban juga saya kirim ke alamat e mail. terima kasih

  2. Assalamu’alaikum,

    Ustadz, sy perempuan, 24 thn, sudah menikah. Sejak kecil sering ‘tindihan’, tp selalu sy lawan dgn ayat kursi. Semenjak menikah sangat jarang tindihan. Sy seringkali pusing, terutama di daerah sekitar mata. Saya sudah sering periksa ke dokter, dan memang sy punya sinusitis, tapi tidak parah. Anehnya, jika saya berzikir atau membaca Qur’an, seperti ada yg hendak keluar dr mata saya, sy jd sedikit pusing, kadang rasanya ngebet…, tapi tidak lama kemudian pusing itu hilang dan malah hidung saya yang hampir selalu tersumbat bisa lega.

    Apakah sy terkena gangguan jin? Atau memang dzikrullah itu obat penyakit fisik juga?

    1. kemungkinan besar hal tsb ganguan jin, lebih baik fokuskan utk lebih lama dan lebih byk membaca atau berdzikir

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: