ANAK PHOBIA PADA HUJAN

ANAK PHOBIA PADA HUJAN

Beberapa bulan lalu datang ke rumah suami istri dan seorang anaknya.perempuan, usia SD. Setelah berbincang-bincang sekedar basa basi, sang Ibu menjelaskan maksud kedatangan mereka adalah untuk meruqyahkan anaknya, keluhan utamanya adalah anak tersebut sangat ketakutan saat hujan turun meski hujan tanpa petir sekalipun.

Ketakutan anak ini tidak seperti ketakutan anak-anak pada umumnya, saat hujan mulai turun, anak tersebut mulai menangis dan menjerit ketakutan. Dia minta semua pintu, jendela, gorden ditutup rapat-rapat saat hujan mulai turun. Bisa dibayangkan betapa repotnya jika sudh musim penghujan. Kondisi tersebut sudah terjadi selama beberapa tahun. Belum ada jalan keluar selain diagnose sementara bahwa anak tersebut mungkin mengalami trauma.

Sesaat kemudian saya sampaikan kepada kedua orang tua anak tersebut bahwa gangguan pada anak-anak sering kali terjadi karena adanya gangguan jin pada salah satu atau kedua orang tuannya.

“Pak,  Saya tidak bisa memastikan apakah ketakutan pada anak Bapak dan Ibu ini terjadi karena factor psikis murni atau kah memang karena ulah jin.’ Kata sy wktu itu. “Tetapi jika ini adalah gangguan jin maka tanda-tandanya hampir pasti pernah dialami oleh anak ini dan dialami oleh salah satu diantara Anda berdua”

Kemudian saya jelaskan beberapa gejala gangguan jin pada anak-anak dan gangguan jin pada orang dewasa. Alhamdulillah, si ibu mengaku bahwa tanda-tanda gangguan jin yg saya sebutkan pernah beliau alami, dan juga pada diri anak tersebut.

Alhamdulillah, proses diagnose mengerucut pada kesimpulan final bahwa ketakutan yang dialami anak ini ada hubungannya dengan jin yang mengganggu si ibu.

Sebelum ruqyah dimulai saya tegaskan bahwa gangguan jin pada anak-anak hanyalah akibat saja, yakni akibat dari gangguan jin yang ada pada salah satu atau kedua orang tuanya. Oleh karena itu, sebenarnya yang wajib diterapi adalah kedua orang tuanya, bukan anaknya. Tapi jika anak ini inginditerapi, juga tidak apa-apa, insyaAlloh lebih bermanfaat. Akan tetapi jika sangat terpaksa, si anak tidak memungkinkan untuk diterapi maka cukup kedua orang tuanya. Biasanya seiring dengan selesainya gangguan pada orang tuanya maka gangguan pada anak2 akan selesai.

Beberapa saat kemudian ruqyah dimulai.

Alhamdulillah, seperti dugaan awal, si ibu bereaksi meskit tidak terlalu berat reaksinya. Kalo tidak salah hanya pusing, badan terasa berat dan mual. Sedangkan si anak tidak bereaksi sedikitpun.

Setelah menterapi si ibu, si anak saya bacakan al Qur’an lagi.

Setelah sesi terapi ada hal penting yang harus dilakukan selama dirumah, yaitu :

  1. Kedua orang tuanya, terutama si ibu menterapi diri sendiri dengan mendengarkan al qur’an, minum air ruqyah dan mandi air ruqyah.
  2. Terapi untuk anak :
    1. Minum dan mandikan dengan air ruqyah sesering mungkin
    2. Pada saat anak tidur, bacakan al qur’an sambil diusap-usap mulai dari kepala hingga ujung kaki. Bacakan sekitar 15-20 menit.
    3. Poin a dan b dilakukan tiap hari selama 1-2 pekan. Mudah-mudahan perkembangan positif sudah terjadi kurang dari 1 pekan, tapi tetap lakukan hingga 2 pekan untuk menyempurnakan terapi mandiri.
    4. Jika setelah 2 pekan tersebut, belum ada progress signifikan, lebih baik di ruqyah lagi.

Alhamdulillah, 1 pekan berikutnya saya bertemu teman, yang kebetulan rumahnya dekat dengan rumah anak tersebut. Beliau bilang, “ mas, td sy ketemu dengan anaknya, dia hujan-hujan,riang sekali, sambil hujan-hujan dia  bilang ke saya, Budhe aku ga takut hujan sekarang.”….

Alhamdulillah ‘ala kulli hal

Untuk mengenali gangguan jin pada anak-anak lebih detail silahkan lihat disini

Semoga bermanfaat. Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: