SIFAT ORANG YANG KENA GANGGUAN JIN

SIFAT ORANG YANG KENA GANGGUAN JIN

 

Assalamu’alaykum Warakhmatullahi Wabarakatuh

Jazakallah atas waktu yang telah diberikan

Kami menikah dengan perantara pihak ke tiga. Salah satu niat kami menikah adalah untuk mengikuti sunnah Rosul dan menjaga kehormatan serta menginginkan generasi yang Qur’ani.

Akhirnya kami sama-sama berikhtiar mencari pendamping dan qodarullah dipertemukan hingga menjumpai akad Pernikahan.

Yang saya sayangkan dalam ikhtiar mencari ketenangan hidup dalam berumah tangga sampai saat ini belum saya rasakan sepenuhnya. Rasa was-was, gelisah, dan tidak nyaman dimulai sejak hari-hari menjelang akad nikah, saya mengalami keraguan akan menikah dengan suami saya. Namun dengan nasihat-nasihat orang disekitar, saya menepis rasa ragu tersebut dan berusaha yakin bahwa kalau kami jodoh pastilah kami akan menikah dan jika tidak jodoh maka tidaklah mungkin Allah menakdirkan kami menikah.

Alhamdulillah akad nikah berjalan dengan lancar. Namun, diawal pernikahan tersebut, saya tidak merasakan bahagia yang sesungguhnya. Seperti ada yang mengganjal. Saya was-was bahkan menyesal. Di malam pertamapun saya tidak bisa merasakan kenyamanan. Saya berfikir hal tersebut mungkin hanya karena saya belum terbiasa atau fase adaptasi, karena kami belum pernah mengenal sebelumnya.

Setelah 2 Bulan tinggal bersama mertua, kami pun memilih tinggal sendiri dengan mengontrak di sebuah rumah yang agak lama tak dihuni. Kata pemilik, rumah tersebut ada penghuninya Namun kami tidak masalah karena yang kami ketahui setiap rumah yang lama tak dihuni pasti ada jinnya. Kami mencoba untuk membaca surat Al Baqoroh saat pertama kali menghuni, tapi tidak selesai. Alhasil cuma suara Murattal MP3 yang berbunyi…

Entah mengapa di rumah itu saya merasa tidak nyaman. Tidur sering tidak nyenyak. Apalagi kalau suami saya harus dinas ke luar kota. Saya bahkan tidak berani masuk ke rumah itu. Padahal sejak remaja saya biasa kos sendiri atau bahkan di rumah sendiri. Banyak yang merasakan hawa tidak enak di rumah itu. dan yang saya rasakan, dirumah itu hari demi hari pertengkaran kecil makin sering terjadi diantara kami. Tidak ada yang tahu selain kami dan mungkin orang-orang terdekat kami. Kami pun berdiskusi dan saling instropeksi diri. Saling mengutarakan kejanggalan yang kami rasakan. Walau terkadang perkataan saya keterlaluan. Saya terang-terangan bicara kepada suami bahwa saya menyesal menikah dengannya. Saya tidak benar-benar mencintainya. Saya sudah bosan hidup dengan dengannya, saya merasa terkekang dengan menjadi istrinya (banyak larangan2 dari suami yang dianggapnya untuk menjaga kehorhamatan kami), dan banyak lagi. Bahkan saya sering berniat kabur dari rumah (tak mempedulikan larangan bahwa seorang istri tidak boleh keluar rumah tanpa izin suami), namun niat itu sering saya gagalkan setelah saya pergi belum jauh dari rumah.

Saya merasa hidup saya semakin hampa. Saya iri melihat kehidupan pasangan lain yang begitu harmonis dan bisa segera memiliki keturunan. Saya sering merasa sedih dan gelisah. Semua itu saya lampiaskan dengan bekerja sebagai pengajar di salah satu sekolah. Namun yang saya sedihkan, setiap kali kami mengalami percekcokkan kecil selalu saja suami saya menyalahkan saya yang bekerja di luar sehingga saya belajar membangkang kepada suami. Selalu saja yang jadi alasan pertengkaran adalah karena saya bekerja. Hingga pada suatu hari saya keguguran pada kehamilan pertama saya, dan saya mengalami frustasi berat, dan akhirnya saya mengundurkan diri dari pekerjaan saya tanpa perintah siapapun.

Sejak mengundurkan diri, saya dan suami pindah kontrakan. Alhamdulillah di kontrakan ini lebih bersih dan nyaman. Kami berharap rumah yang ini bisa lebih memberikan keberkahan. Namun entahlah, memang sudah pada dasarnya saya seperti ini. Hampir seetiap hari saya menangis adan bersedih. Hal apapun membuat saya mudah untuk menangis. Apalagi kalau mendengar teman/saudara menikah atau hamil atau melahirkan, Saya langsung menangis. Saya semakin menyesal menikah dengan suami saya. Padahal saya sadar kebaikan yang dilakukan suami saya. Walau beliau agak emosional, tapi beliau juga sabar dengan saya yang begitu kasar dan angkuh. Tetapi saya tetap tidak suka denagn beliau. Hamapir setiap hari saya menangis. Saya sadar, masalah sepele bisa menjadi besar gara-gara saya. Bahkan melihat suami berbuat kebaikan kepada orang lain saya menangis dan mara-marah dengan suami saya. Suka mara-marah kepada suami saya karena saya jadi pengangguran gara-gara dia. Saya menjadi seperti ini (tidak bahagia) sejak menikah dengan dia.

Baru-baru ini kami bertengkar karena masalah sepele. Hanya karena suami saya mengantar pulang kakaknya yang sedang hamil dari suatu acara. Saya marah dan kesal pada kakaknya. Padahal Kakaknya juga sangat baik pada saya. Bahkan dalam keadaan menangis saya lari dan kabur keluar rumah malam-malam. Setelah sadar, saya tidak bertujuan, akhirnya saya kembali lagi kerumah (ini bukan yang pertama kalinya begini). Bahkan kemarin saya marah-marah lagi setelah mendengan teman akan menikah. saya marah-marah kepada suami saya dengan tidak jelas. Saya katakan saya ingin pisah, saya menyesal menikah, saya tidak bahagia, dan sebagainya. Seperti biasa suami saya hanya terdiam dan mengalihkan dengan bercanda. Tetapi saya semakin membenci suami saya.

Alhamdulillahnya suamii saya sangat sabar, sehingga tidak terpengaruh dengan ucapan kasar saya. Sebenarnya saya tidak ingin hidup seperti ini. Saya bosan. Apa yang harus saya lakukan. Apakah hal yang menimpa saya ini hanya kejadia biasa ataukah ada campur tangan jin?

Mengingat saya sering mimpi buruk dan tindihan (sejak kecil).

Malam Jum’at lalu saya merasakan sakit pada dada saya, sehingga saya sulit tidur. Karena susah tidur, saya membaca do’a sebelum tidur yang dicontohkan oleh Rosulullah. Kemudian saya mendengarkan dan mengikuti dalam hati do’a Ruqyah Syariyyah dari MP3  Syeikh Al Ghomidi. Anehnya Rasa sakit di dada saya hilang seketika namun berpindah ke bagia leher dan punggung. Bagian itu terasa sakit sampai seperti terpanggang api. saya elus terus bagia itu namun semakin panas. Akhirnya saya berwudhu dan kemudian saya membaca Al Fatihah, Ayat Kursi, An Ikhlas, Al FAlaq, dan An Nas. Namun setelah itu saya malah tindihan cukup lama dan berulang-ulang. Saat itu saya baca terus ayat kursi namun tetap tindihan dan rasa sakit pada leher belakang.

Saya kemudian mendengarkan kembali MP3 Ruqyah syar’iyyah, eh malah tertidur. Tidak bangun malam dan Ba’da subuh tidur lagi.

[Sejak menikah saya sulit bangun malam, malas tilawah, dan kebiasaan buruk tidur ba’da subuh]

Siang harinya saya membaca do’a-do’a ruqyah secara mandiri setelah sholat dhuha. dan terus memaksakan diri tilawah. batin saya merasa tenang sekali. sumipun merasakan hal yang sama. Eh ternyata malamnya saya tidak bisa tidur sama sekali, bahkan tindihan. Setelah Qiyamul Lail juga terasa seolah ada beban berat yang menimpa tubuh saya, tetapi rasanya berbeda dengan tindihan. Ba’da subuh baru bisa tidu dan mimpi buruk.

Siang harinya saya paksakan melakukan hal yang sama pada hari sebelumnya, tetapi malah mengantuk dan tertidur. Setelah itu saya kumat lagi menjadi pemarah dan pemalas. Bahkan saya akui kemalasan tingkat tinggi. Segala pekerjaan rumah tangga saya tinggalkan. saya malah sering tertidur.  Dan dalam tidur saya sering mimpi buruk, mimpi naik tangga, bahkan mimpi bertemu ular dan binatang aneh.

Seperti biasa saya, merasa benci dengan suami dan uring-uringan terus. Saya juga sering menolak “ajakan suami”. (Kalaupun saya mau, bukan karena saya berhasrat. Tetapi karena terpaksa dan kasihan dengan suami. Itupun butuh tawar menawar antara kami). Sampai detik ini juga saya sering mengingat-ingat masa lalu saya saat saya lajang. Bahkan mengingat bebrapa lelaki yang pernah mendekati saya sebelum menikah. saya jadi sering menghayal dan tidak fokus. Akhirnya saya marah lagi dan menyesal telah menikah. Seperti itu seterusnya.

dari cerita panjang saya, Apakah yang saya alami ada indikasi gangguan jin? Atau hanya permasalahan psikologis biasa?

A’wfan Ustad, sebagai informasi tambahan.

hal yang saya alami:

  1. Saya mudah marah tanpa alasan yang jelas
  2. Saya sering sedih dan menangis
  3. Saya mudah iri dan dengki
  4. Saya sering tindihan [pertama kali saya alami di rumah kos saat masih SMA, kondisi sedang menghafal Al Qur’an], berlanjut hingga saat ini.
  5. Sering mimpi buruk, di ancam dan dimarah orang
  6. Pernah mimpi ke kuburuan, bertemu ular, binatang menjijikan, dan berada ditempat menjijikan seperti WC kotor
  7. Pernah mimpi naik ke suatu ketinggian yang melelahkan
  8. Pernah mimpi digigit binatang pada bagian kaki [binatangnya nggak jelas]
  9. Sering menghayal dan melamun
  10. Sering mimpi jatuh dari suatu ketinggian
  11. Malas-malasan dalam beribadah [Qiyamul Lail, dhuha, Tilawah, Shaum]
  12. Ngantuk saat beribadah
  13. Mudah lupa rokaat shalat
  14. Setiap berniat menghafal al Qur’an mengantuk bahkan tindihan.
  15. Sering bertengkar dengan suami
  16. Mudah tersinggung
  17. Suka mengeluh.

Jazakumullah

 

wa’alaykum salam warahmatullah wabarakatuh

terima kash atas kunjungannya di blog sy, smg bermanfaat.

Mba, problem yg kita hadapi dalam keseharian sering bermuara pada 4 hal, yakni : kesalahan di masa lalu, hingga Alloh ‘menampakkan’nya dalam bentuk ‘benturan’ hidup, kondisi psikis diri kita yg terbentuk sejak kecil hingga mnjd bagian dalam diri kita, atau intervensi jin hingga mempengaruhi psikis kita. atau kombinasi dari ketiga hal tsb yakni : adanya kesalahan masa lalu, ditambah psikis hingga menyebabkan gangguan jin.

kurang lebih itu yg biasa terjadi.

Dari cerita yg Mba sebutkan, 2 hal yg dominan : gangguan jin dan psikis. terlebih lagi jin memang bisa mempengaruhi kondisi psikis seseorang, mempengaruhhi cara bersikapnya, perasaan, cara berpikir, hingga mempengaruhi lintasan-lintasan batinnya, bahkan jg mempengaruhi cara seseorang dalam mengambil sebuah keputusan.

saya tidak bisa melihat jin, jg tdk bisa menerawang, tetapi dari cerita yg Mba sampaikan, sangat jelas adanya gangguan jin tsb. gangguan tsb bhkn tjd sejak Mba masih kecil. jika gangguan tjd sejak kecil, biasanya pengaruh/intervensi jin itu dalam keseharian kita sangat banyak hingga ke hal-hal kecil sekalipun, maka tanpa kita sadari sebagian sifat-sifat kita ‘terbentuk’ oleh pengaruh jin tersebut.

Maka wajar jika gangguan jin yg terjadi sejak kecil, pada akhirnya bukan sekedar gangguan jin, tapi berkembang ke masalah psikis. Semua ini tetap harus disikapi dengan baik, tenang, santai karena semua bisa diselesaikan. Dan justru perasaan panik, dan khawatir tsb justru akan membuat jin semakin leluasa mengganggu kita.

Ini bukan kekurangan, tp ini ‘sakit’ sebagimana sakit medis yg kita alami sehari-hari. tidak ada yg perlu ditakutkan, karena pada dasarnya setan itu lemah. Oleh karena itu, kuatkan hati, dan mulailah niat bersungguh-sungguh untuk bangkit dan berubah.

Jin tsb akan semakin sulit dikeluarkan jika Mba tidak berubah, karena dia telah ‘terbentengi’ dengan sbagian sifat yg dia ‘ajarkan’ sjk kecil. oleh karena itu hal mutlak yg harus Mba lakukan adalah Berubah, ubahlah sikap dan keseharian Mba yang tidak baik.

Alhamdulillah Mba bisa dengan detail merinci hal-hal yang Mba rasakan dan alami, termasuk sifat-sifat Mba.

Sekaranglah saatnya berubah, membenahi diri dan memperbaiki keadaan, minta maaflah pada Suami, terimalah beliau dan bersyukurlah dengan segala yg ada sekarang. boleh jadi kita membanci sesuatu tapi sebenarnya hal itu baik bagi kita.

ucapkan kepada beliau kalimat yang menenangkan, yakni ucapan terima kasih dan bersyukur atas pernikahan ini, karena begitu banyak wanita yg tidak seberuntung Mba. Sungguh, sangat banyak. Bersyukurlah, InsyaAllah kebaikan akan datang setelahnya. nikah mgkn bukan sekedar cinta, tetapi penyempurnaan Din, penyempurnaan ketaatan pada Alloh. tujuan kita adalah Alloh.

Setiap org punya sisi buruk, suami mgkn punya kekurangan, sebagaimana Mba mungkin jg demikian.tetapi dibalik kekurangan itu tentu selalu ada kebaikan yg ada.

Saya berharap Mba dan suami sepakat akan berangkat dari titik awal dan menuju titik akhir yg sama.

Titik akhir yg sedang dituju adalah penyempurnaan keluarga yg telah terbangun ini, dan titik awal nya adalah kesadaran bersama bahwa ada hal yang harus diselesaikan dan diperbaiki untuk menuju titik akhir tersebut.

Hal yg perlu diselesaikan adalah gangguan jin yg selama ini telah mempengaruhi keluarga dan cara bersikap Mba. lakukanlah ruqyah mandiri bersama suami secara rutin. lakukan tiap hari tanpa putus selama beberapa hari atau pekan, mudah-mudahan dapat mengurangi gangguannya. selama ruqyah mandiri, mungkin akan ada ‘perlawanan’ dari jin tersebut, tapi tidak apa, yang penting jangan dihentikan, teruskan smp 1 atau 2 pekan.

Dan hal yg harus diperbaiki adalah cara bersikap Mba, mulailah berlatih mengendalikan diri, ingatlah hal-hal baik dalam diri suami, bersyukurlah pada Alloh atas nikmat pernikahan ini, ulang-ulang rasa syukur tersebut pada Alloh bila perlu ucapkan tiap selesai sholat. mulailah berlatih memilih kata-kata yang telah untuk bersikap pada siapapun termasuk pada suami.

Kemudian berlatihlah untuk memaafkan. setiap kali perasaan tidak enak pada seseorang muncul, segera maafkan, doakan kebaikan. setiap kali muncul marah pada suami, segera maafkan dan doakan beliau dengan doa kebaikan. begitu seterusnya.

Lupakan dulu siapa yg benar dan siapa yg salah. tujuan kita hanya satu : menanamkan sifat-sifat baik dalam diri kita.

Tentu semua ini akan butuh waktu, tapi lakukanlah karena manfaat untuk masa depan kita sendiri, dunia dan akhirat kita. Mudah-mudahan seiring dengan terapi ruqyah mandiri yg dilakukan, ‘pekerjaan’ merubah diri ini akan lebih mudah dilakukan.

Bersemangatlah utk hal-hal yg bermanfaat bagi kita, karena syetan selalu bersemangat untuk merusak hidup kita.

jika ada hal-hal yg ingin di sharingkan silahkan hubgi di 085 733 744 534

mohon maaf dan semoga bermanfaat

 

wassalam

 

nadhif

 

 

3 responses

  1. Yuyun Nayla Al Hidayah | Balas

    Ahsantum.
    Syukran Ust, Alhamdulillah saya mengambil banyak pelajaran dari artikel ini..

    awal sebelum menikah saya juga mengalami keraguan seperti yang di alami oleh mba di atas, tapi setelah di jalani Alhamdulillah ‘alaa kulli hal banyak kebaikan terjadi setelah menikah, dan yang paling penting saya sangat setuju dengan ustadz, kita harus selalu mensyukuri nikmat yg telah Allah berikan, termasuk nikmat untuk menyempurnakan dien dengan menikah..
    boleh jadi buruk yg kita lihat, tapi Allah menyediakan kebaikan dan kebarokahan yang banyak disana..

  2. sama kaya’sayaa

  3. Astaghfirullah ,, artikel diatas sama persis yg sdg saya rasa blkgn ini. mimpi buruk, mimpi binatang2 buas bahkan prnh smpai dlm mimpi itu sy digigit. bhkan betul adanya sy pun merasa gampang emosian mudah tersinggung, bbrp kali sering kasar sm suami 😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: