TERKENA AIN, HAMPIR GILA

TERKENA AIN, HAMPIR GILA

Penyebab penyakit non medis tidak selalu jin dan sihir. Ada jenis penyakit non medis lain yang disebut para ulama dengan sebutan ‘Ain. Banyak sekali penjelesan hadits yang menyebutkan tentang penyakit non medis jenis ini. Bahkan jika kita cermati dalam hadits, ‘Ain bisa lebih berbahaya dari sihir.

Berikut ini salah satu contoh bentuk gangguan non medis yang penyebabnya bukan dari jin, yakni ‘ain.

Awal Ramadhan 2014.

Salah seorang sahabat menghubungi saya, karena ibunya tiba-tiba “sakit”. Bukan sakit fisik tetapi kejiwaan. Hampir 5 hari, beliau mengalami hal-hal berikut :

  1. Gelisah, dan susah tidur
  2. Bingung dan linglung
  3. Ingin bertemu dengan salah satu keluarganya
  4. Lupa nama anak dan cucunya
  5. Lupa dengan kewajiban sehari-hari, memasak, sholat dll
  6. Memanggil-manggil anak-anaknya yang tinggal diluar kota dan luar pulau
  7. Tidak bisa komunikasi 2 arah dengan lancar, Bicaranya tidak jelas, ngelantur.

Setelah diskusi dengan TEMAN DAN AYAHNYA ada kesimpulan penting yang saya dapatkan :

  1. Tidak ada gejala gangguan jin dan sihir. Diagnosa diambil dari dialog ttg apa yang dirasakan sang ibu beberapa hari sebelum sakit dan pada saat sakit, dari mimpi si ibu, kondisi rumah dan beberapa pertanyaan standar gangguan jin dan sihir. Hasilnya NEGATIF.
  2. Ada informasi tambahan dari Ayah bahwa beliau berdua (ayah dan ibu) ini mendapatkan hadiah umroh dari perusahaan tempat kerja sang Ayah.
  3. Beberapa hari sebelum ibu sakit, di rumah ada acara hajatan.

Dari ketiga informasi diatas, kesimpulan saya mengarah pada Ain. Kemudian ruqyah dimulai, sekitar 10 menit. Alhamdulillah, ibu merasa tenang dan bisa diajak komunikasi.

Selanjytnya saya minta teman tersebut melakukan terapi Ain untuk ibu selama 3 hari. Kurang lebih seperti ini penjelasannya :

  1. Terapi ain harus dimulai dengan keyakinan final dalam diri peruqyah bhw si sakit terkena ain. Bukan kira-kira. Kemudian keluarga harus dipahamkan agar tidak terjadi salah paham dengan orang yang diduga sebagai pelempar ain, jika terpaksa dilakukan ittiham. Tapi dalam kasus ini, saya abaikan siapa si pelempar ain, cukup berpijak pada diagnosa bahwa sakit yang terjadi adalah AIN. Ini berdasarkan salah satu hadits ttg ain, Nabi pernah mengatakan Ruqyahlah dia karena diwajahnya ada Nadhroh(bekas pandangan Ain). Dalam hadist ini Nabi tidak melakukan Ittiham (mencari si pelaku Ain) tapi berpijak pada keyakinan Beliau bahwa orang tersebut terkena Ain. Menurut saya ini adalah metode lain dalam terapi Ain, yakni Keyakinan FINAL si Peruqyah.
  2. Ibu harus diterapi dengan beberapa hal berikut :
    1. Bacakan : Al fatihah, ayat qursy, al Mulk 1-5, Al Qolam 51-52, al Ikhlas, al falaq, annas. Dibaca tiap malam.
    2. Bacakan ayat2 tersebut di air, untuk minum dan mandi ibu.
    3. Lakukan minimal 3 hari.

Kemudian teman saya tadi mengatakan, “bagaimana jika nanti ibu reaksi keras seperti di TV?”

“InsyaAlloh tidak, dalam kasus Ain ini, tidak akan muncul reaksi ekstrim apapun, reaksi terberat mungkin hanya muntah dan badan lemah,” jawab saya.

“ Dalam kasus ruqyah sebenarnya, reaksi ekstrim itu hanya terjadi pada kasus gangguan jin dan sebagian sihir. Persentasenya mungkin tidak lebih dari 30%. Selebihnya, Nyaris tidak ada reaksi ekstrim, karena Penyakit non medis ada beberapa jenis,

  1. Gangguan jin
  2. Sihir
  3. Ainul jinny
  4. Ainul insiy
  5. Kejiwaan (spt kisah nabi Ya’qub)
  6. Komplikasi, alias kombinasi dari 5 jenis penyakit non medis diatas.

“ Reaksi ekstrim yang sering kita lihat di TV, adalah gangguan jin dan sebagian sihir, bahkan dalam kasus jin nasab pun kadang nyaris tidak muncul reaksi ekstrim. Oleh karena itu, tidak perlu khawatir, silahkan lakukan terapi untuk ibu dilanjutkan sampai 3 hari. Nanti setelah 3 hari tolong kabari saya.” Kata saya sambil pamit pulang.

3 hari kemudian…………

Teman SMS,” Alhamdulillah setelah 3 hari terapi, ibu bisa menjalankan puasa ramadhan, ingat dengan semua anak dan keluarga dan bisa beraktivitas seperti biasa. Terima kasih atas bantuannya.”

Alhamdulillah…..

Sebaik-baik ilmu adalah dari Alloh dan Rasul NYA. Begitu banyak hikmah dalam sabda beliau.

Untuk para Peruqyah syar’iyyah, jangan silau dengan model terapi non medis, teknik atau pengembangan apapun dalam ruqyah syar’iyyah. Galilah ayat-ayat Al Quran dan sabda Nabi…kita akan menemukan mutiara sangat berharga.

 

Semoga bermanfaat.

 

Wassalam

Nadhif

081245885192/085733744534

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: