Salah Satu “Sarang” Jin : Sifat dan Memori

Salah Satu “Sarang” Jin : Sifat dan Memori

Bismillah hirrahman nirrahim..
Beberapa bulan yang lalu kakak mengajak saya ke pelatihan yang ustadz selenggarakan di Masjid At-Taibin, Jakarta Pusat. Tujuan kami mengikuti pelatihan tersebut untuk mendapatkan second opinion atas masalah yang sedang kami hadapi.

Singkat cerita sebelum saya datang ke Masjid At-Taibin, beberapa waktu lalu ada seseorang (yang mengaku kyai) yang memberitahu ibu saya bahwa kakak terkena sihir dari mantan bosnya. Percaya tidak percaya tapi keluarga saya lebih cenderung mempercayainya karena pada saat itu kakak sulit mendapatkan pekerjaan baru dan di usianya yang sudah dewasa belum juga menikah, mencoba di kenalkan dengan pria pun seolah-olah seperti ada yang menghalangi. Alhamdulillah kakak memilih jalan pengobatan ruqyah syari’yyah dan sekarang sudah mendapatkan pekerjaan.

Memang setiap reaksi jin tersebut mengaku suruhan dari bosnya agar kakak saya kembali bekerja di perusahaan dia dan menikah dengannya. Anehnya, saat ruqyah dilakukan di rumah orangtua saya dan seluruh keluarga di ruqyah, saya ikut bereaksi ketika melihat kakak mulai reaksi dan reaksinya saya menyerang kakak. Berkali – kali di ruqyah dan berkali – kali dengan reaksi yang sama. Jin yang masuk di tubuh saya mengaku merasa terganggu oleh jin yang ingin mengerjai kakak. Kadang ada yang kasihan sama kakak, terkadang ada yang benci karena rumah mereka diambil alih oleh jin yang mengerjai kakak dan ada pula yang takut karena keluarga mereka ada yang dibunuh oleh jin yang mengerjai kakak. Wallahu a’lam.. Hanya allah yang mengetahui kebenarannya.

Saat di Masjid At-Taibin saya dan kakak di ajari ruqyah mandiri oleh seorang ustadz pengganti Ustadz Nadhif. Seperti biasa saya mulai pusing dan merasa sesak di leher. Pada saat beliau mencoba mengeluarkan jin yang ada di tubuh saya, kakak tersenyum sinis kearah saya. Setelah saya sedikit tenang, beliau menghampiri kakak dan mengetes kami berdua. Rupanya saat kakak di ruqyah hanya kakak yang bereaksi, namun ketika beliau meminta kami saling menatap mata, saya tidak bisa mengendalikan diri, sangat emosi dan berusaha menyerang kakak. Karena waktu sudah larut malam, beliau menyarankan untuk ruqyah dirumah.

Beberapa hari kemudian, beliau datang kerumah orangtua saya. Tahap demi tahap kami sekeluarga menjalani medote ruqyah yang beliau pimpin. Sedikit mengagetkan dari apa yang saya lihat ketika di ruqyah. Pertama kali saya melihat sosok laki-laki, dia mengaku mengikuti saya karena dia senang dengan saya dan dia merasa kesepian. Samar – samar saya melihat ayah saya sedang mengendarai mobil di suatu jalan yang kanan kirinya masih banyak pohon besar, disana terjadi kecelakan dan korban meninggal di tempat. Dari sanalah jin laki – laki tersebut mengikuti saya. Mendengar cerita tersebut, ibu saya membenarkan kejadian itu pernah ada pada saat saya masih kecil dan ketika kami melakukan perjalanan di kota Cirebon.

Saya di bimbing ustadz untuk meminta dia pergi dari tubuh saya. Dia tidak mau pergi dan seperti ada sesuatu yang menempel di punggung sebelah kiri saya. Semakin saya meminta dia pergi semakin punggung saya seperti ditempeli sesuatu. Akhirnya ustadz meminta saya menggosok punggung saya dengan daun bidara. Dengan mata tertutup, saya melihat sesuatu itu terbakar dan jin itu menangis sambil berkata “jahat” kepada saya, lalu jin itu hilang.
Ruqyah masih kami lanjutkan. Tidak kalah mengagetkan ketika saya melihat sosok kakek (ayah dari ayah saya) yang sedang tertidur membelakangi saya. Semakin saya dekati tampak banyak bayangan hitam disekitar kakek. Saat ustadz membimbing saya untuk mengeluarkan jin yang ada di tubuh saya, jin itu mengaku tidak bisa keluar karena ada sesuatu yang terikat dengan tubuh saya. Jin itu juga berkata “jika saya (jin) mati, anak ini (saya) juga harus mati”. Samar-samar saya seperti berada di depan lemari yang berada di kamar kakek di Singaparna. Salah satu lacinya terbuka, saya melihat sebuah kantong hijau melayang di atas laci tersebut. Namun pada saat saya dibimbing untuk membakarnya, saya melihat kantong tersebut berubah menjadi sesuatu yang terikat berwana hitam melayang semakin tinggi dan hilang.

Setelah selesai, ibu saya bercerita bahwa ketika saya bayi, setelah kakek pulang menunaikan haji kakek membawa saya dan mengaji di depan saya tetapi lafadznya tidak terdengar jelas dan surat yang dibacanya pun tidak diketahui.

Setahu kami, kakek memiliki sebuah koin. Jika koin tersebut di gigit oleh bayi yang belum bisa bicara, bayi tersebut akan cepat dapat bicara. Beberapa saudara pernah mencobanya dan kata mereka itu benar terjadi. Namun saya sendiri belum pernah melihat langsung. Hubungan saya dan kakek tidak dekat, ketika bertemu jarang mengobrol. Bahkan saya sangat merasa tidak betah berlama-lama di rumah kakek.

Malamnya setelah ruqyah ketika saya tidur, setengah sadar melihat sosok seperti manusia tapi merangkak seperti hewan kearah saya untuk mencoba masuk ke tubuh saya tetapi selalu gagal. Gangguan – gangguan lain masih suka saya rasakan tapi Alhamdulillah saya merasa tubuh saya lebih ringan dan tidak ada yang menempel di punggung sebelah kiri saya lagi.

Setelah kejadian itu, saya mencoba mengamalkan dzikir pagi petang. Lolos 2 hari besoknya saya sakit demam, demamnya hilang tapi badan saya terasa lemas pusing tidak bisa beraktivitas. Hampir 3 hari hanya berbaring di tempat tidur. Setelah terasa membaik, Saya mencoba pelan – pelan mengamalkan kembali dzikir pagi petang.

Tetapi kali ini saya coba hanya petang saja atau pagi saja dalam sehari. Awal-awal masih terasa ngantuk saat membacanya, saya akui paling susah mengamalkan dzikir pada pagi hari. Hati lebih berat untuk melakukannya. Apa lagi saat mengucapkan kalimat “laailaahaillallah”. Sampai saat ini terkadang saya merasa kesulitan untuk berdzikir, saya suka merasa rahang bawah menjadi kaku, tangan kiri kadang mengepal kadang seperti ingin mencengkram, sekitar tenggorokan sesak tidak bisa bersuara, punggung dan leher belakang terasa berat, terkadang sesak di dada sebelah kiri sampai badan bergetar, beberapa kali seperti sedih dan menangis saat membaca Al-Quran.

Sebelum melakukan ruqyah saya tidak pernah merasakan seperti itu. Menyadari ada jin dalam tubuh saya pun tidak. Namun pernah sekali saya menangis karena membaca arti dari doa-doa setelah sholat fardu. Saya selalu merasa seperti bisa menebak karakter orang ketika pertama kali bertemu. Waktu saya kecil, saya sering bermimpi berada di ruangan kosong berwana putih dan bermain dengan satu anak perempuan dan satu anak laki-laki. Saya lebih suka berdiam dikamar, waktu kecil saya sering bermain boneka atau rumah-rumahan sendirian dan berbicara sendiri, setelah besar sampai sekarang saya lebih suka memejamkan mata dan membuat cerita sesuka imajinasi saya. Ketika saya sedih, saya lebih suka duduk menangis melihat awan di lantai 2 rumah (tempat jemuran).

Saya juga pernah melihat cahaya terbang melengkung di halaman belakang rumah tetangga, melihat bayangan yang menyerupai wajah di belakang pintu kamar orangtua, dan melihat ada 3 orang yang bertamu kerumah padahal hanya 2 orang yang datang.

Semua yang saya rasakan tidak semuanya diketahui keluarga saya. Apa lagi setelah ruqyah, saya ingin menjaga perasaan ibu saya. Apa yang saya rasakan kalau bisa saya rahasiakan dari ibu saya, saya tidak mau membebani pikiran beliau dan membuatnya sedih.

Ustadz . . .
Apa yang saya rasakan merupakan gangguan jin khodam atau benar ada hubungannya dengan kakek?
Jika benar, apa perlu memusnahkan jimat atau benda pusaka milik kakek?
Bagaimana cara memusnahkannya?sedangkan kami tidak mengetahui kebenaran dan keberadaan jimat atau benda pusaka itu.
Jujur saja gangguan ini berdampak pada kehidupan saya, menjadikan saya orang yang pemilih dalam berteman, gampang emosi dan membenci seseorang tanpa sebab yang pasti, saya senang bergaul tetapi saat saya berada dalam satu forum seolah-olah saya tidak punya ruang untuk bergabung. Tidak jarang teman laki-laki segan untuk mendekati saya.

Wa’alaykumussalam wa rohmatullahi wa barakatuhu

Terima kasih atas kunjungan mba, mhn maaf agak terlambat balas emailnya.

Semoga Mba tetap sabar dan istiqomah menjalankan terapi mandiri, dan sesekali datang ke peruqyah.

Pada sebagian gangguan jin nasab, atau khodam warisan memang seperti yang Mba dan keluarga alami gejala dan keluhannya. proses ruqyah sering kali tidak bisa diprediksi akan seperti apa jadinya, akan berapa lama prosesnya dan seperti apa gangguan setelah ruqyah dilakukan. Tetapi peruqyah dituntut untuk mampu menjelaskan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi, agar pasien dan keluarga dapat mengantisipasi gangguan berikutnya yang mungkin datang.
Gangguan berikutnya mmg bisa terjadi jika proses ruqyah belum selesai, terlebih lagi jika ganguan berasal dari berbagai sumber. Misalnya ada gangguan jin nasab, sihir, psikis, ain dll skaligus, tentu prosesnya butuh waktu. Hal yang sama juga terjadi dalam dunia pengobatan lain. Oleh karena itu perlu kerja sama antara peruqyah dan pasien. Perlu keterbukaan dan selalu sharing perkembangan agar proses ruqyah terpantau.

Kadang ruqyah mandiri tidak cukup dan perlu dibantu peruqyah karena situasinya seperti itu.

Dari cerita yang Mba sampaikan kemungkinan jin nasab dan gangguan di rumah sangat besar.

Campur tangan jin nasab dalam keseharian memang lumayan “merepotkan”, keberadaannya telah lama dan turun temurun sehingga jin nasab sangat berpengaruh terhadap kejiwaan org ‘yg diikutinya’.

Bahkan terkadang karakter dasar orang tersebut banyak dibentuk dan dipengaruhi oleh si jin, karena si jin tersebut terlibat dalam banyak hal dalam hidup si pasien. Cara bersikap, cara mempersepsikan sesuatu, cara bicara, cara bergaul kadang bisa dipengaruhi oleh jin nasab. Sehingga dalam gangguan jin nasab, cenderung sifat yang terlihat dari diri pasien lebih dianggap sebagai sifatnya sendiri. Padahal sifat tersebut adalah hasil ‘didikan’ si jin.

Oleh karena itu, salah satu ciri penting gangguan jin nasab adalah sifat, karakter tidak wajar yang sering kali dianggap sebagai sifat dasar orangnya. Oleh karena itu sebelum ruqyah lagi, kenalil dengan detail sifat dasar Mba yang mungkin kurang pas, temukan memori-memori buruk dimasa lalu yang selalu ter-replay dalam ingatan.

Coba tulis satu per satu. Diantara sifat dan memori itulah jin nya “bersembunyi”.

Pusat terapinya pada sifat dan memori ini, karena di sifat ini lah jin itu mendapatkan ‘tempat nyaman’.

Coba lakukan :
1. Lanjutkan ruqyah di rumah. Jangan ke klinik ruqyah karena sumbernya tidak dalam diri Mba saja.
2. Ruqyah lah kamar dan rumah Mba
3. Ajak keluarga ruqyah bersama
4. Temukan jimat kakek, jika tidak ketemu tidak apa2.lakukan ruqyah mandiri bersama keluarga,:
a. perbnyak taubat sebelum ruqyah mandiri dimulai
b. lakukan ruqyah mandiri seperti biasanya, seperti yang biasa kita lihat di TV
c. sediakan air ruqyah, berdoa dan yakin, diantara point doa nya:
i. Doakan kakek, org tua, dan keluarga, mohonkan ampun utk semua
ii. Doakan org yang terlilntas dalam hati dan pikiran Mba, dengan doa yang baik dan memaafkan
iii. Berdoa agar dicabut semua beban psikis, emosi negatif dalam hati, dan sifat buruk yang mungkin ada. Detailkan hal ini sebelum dimulai ruqyahnya, kenali sifat dasar yang kurang baik dan memori buruk di masa lalu, taubati dan lapangkan hati, kembalikan pada Alloh.
iv. Bacakan ayat2 penyembuh spt alfatihah, lalu tiup airnya
v. Terakhir ucapkan innalillahi wa inna ilaihi raji’un dengan pemahaman dan keyakinan penuh, bahwa semua milik Alloh dan kembali pada Alloh, pasarahkan total padaNYA.hayati kalimat istirja’ tersebut, ucapkan dengan sepenuh hati beberapa kali, lalu tiupkan di airnya
d. Gunakan air tsb utk minum bbrp kali tegukan.
e. Ulangi proses diatas, a-d sekitar 30 menit
f. Buat air ruqyah utk mandi, caranya spt point c.

Dalam proses ruqyah terkadang akan muncul visualisasi seperti yang Mba ceritakan. Jika visualisasi terjadi, saran saya hubungi peruqyah, krn perlu dipandu.tapi jk terpaksa tidak bisa dihindari, cukupkan visualisasi hanya untuk “menyelesaikan” yang terlihat sesaat saja, tidak perlu khawatir atau takut, hadapi dengan berani. Tapi cukupkan dan akhiri jika yang “terlihat” tersebut telah musnah. Jangan diteruskan.

Yang terjadi dalam visualisasi kadang memang benar tetapi jebakan, ilusi dan tipu dayanya sangat luar biasa, dan kadang tidak sesederhana yang dibayangkan. oleh karena itu, lebih baik dipandu peruqyah saja jika hal tersebut terjadi.

Hal terpenting dalam ruqyah adalah bersandar sepenuhnya pada Alloh, jauhi segala yang tidak disukaiNYA. Yang kedua, jalani proses ruqyah mandiri dengan hati lapang, ringan, tanpa tanpa kemarahan, tanpa ambisi, tanpa terburu-buru mengharap kesembuhan. Mengalir saja.

Jangan lupa selalu sharing dengan peruqyah yang dulu membantu Mba dan keluarga,agar perkembangannya terpantau.

Mba rutinkan ruqyah mandiri, semoga mnjadi jalan kesembuhan dan tentunya menjadi amal sholeh. Aamiin.

Nadhif
http://www.konsultasiruqyah.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: