Monthly Archives: Juni, 2015

Meruqyah Tanpa Diagnosa (Bagian 2)

Meruqyah Tanpa Diagnosa

(Bagian 2)

 

Beberapa bulan silam…

Saya berkesempatan bertemu dengan seorang Ibu, dari salah satu kota di sumatera. Sambil menangis Beliau memulai bercerita tentang anak laki-lakinya, yang sedang tertimpa masalah. Tak kuasa menahan tangis saat beliau bercerita..entah apa yang terjadi hingga beliau sedemikian terguncang. Saya tunggu beberapa saat hingga beliau mulai bisa bercerita dengan lebih tenang.

“Pak, anak saya sekarang sedang di penjara.” Beliau membuka kalimat ceritanya.

“Karena tuduhan apa?” tanya saya waktu itu.

“Anak saya pengguna narkoba, tapi belum sampai kecanduan. Tapi dia ditangkap bukan karena narkoba. Anak saya membunuh seseorang. Bukan masuk penjara atau membunuhnya saja yang membuat hati saya sedih, tapi anak saya telah membunuh kakeknya sendiri, ayah saya.” Jawabnya diiringi tangisan yang pecah kembali. Continue reading →

Iklan

Meruqyah Tanpa Diagnosa (bagian 1)

Meruqyah Tanpa Diagnosa

Bagian 1

Pada sebagian kasus, meruqyah adalah aktivitas pengobatan yang sangat sederhana. Tetapi jika kita perhatikan lebih seksama, sebenarnya proses meruqyah tidak sesederhana yang dibayangkan. Proses meruqyah sama dengan proses pengobatan dalam Bekam atau pengobatan medis, yakni perlu ditegakan diagnosa sebelum melakukan terapi. Benarkah demikian?

Iya.

Pada sebagian kasus, diagnosa memang seolah tidak dibutuhkan, tetapi dalam kasus kasus lain diagnosa sangat dibutuhkan sebagaimana dunia pengobatan lain. Apa efeknya jika meruqyah tanpa diagnosa? Continue reading →