MERUQYAH LUPUS

MERUQYAH LUPUS

 

Beberapa tahun silam,(kayak dongeng menjelang tidur..hehe J)

Ada salah satu keluarga yang minta tolong agar keponakannya diruqyah. Dia kerja di Bali dan selama beberapa pekan pulang ke lumajang karena sakit yang dialaminya. Saat sy datang kondisinya sangat lemah, tubuh kurus kering dan kesulitan untuk duduk lama. Sambil sesekali menahan rasa sakit,beliau duduk di kursi, berbincang sebentar sebelum ruqyah dimulai.

Hasil diagnosa dan vonis dokter, beliau menderita lupus. Positif in syaa Alloh.

Ada beberapa info yang disampaikan keluarga tentang kondisi rumah tangga ibu ini.secara garis besar,yang terjadi dalam keseharian adalah konflik dan kurang akur dengan suami. Saat itu, suami hadir dan bercerita tentang kehidupan rumah tangga beliau berdua.

Kesimpulan saya waktu itu, sakit ini karena ain dari suami dan tempat kerja si ibu tersebut. Saya minta mereka saling memaafkan, berjanji memperbaiki kebiasaan sehari hari dan mulai menjalankan kewajiban sholat dll.

Selanjutnya adalah terapi ain menggunakan air minum yang sudah diruqyah. Tidak ada reaksi signifikan selama 2 proses tersebut hanya terasa ringan.

Kesimpulan ain ini saya ambil berdasarkan cerita si ibu dan suaminya selama perjalanan hidup mereka dan bagaimana situasi di tempat kerja. Terlebih lagi lingkungan kerjanya kebanyakan adalah non muslim. Dalam surah al Qalam 51-52, Alloh mengisyaratkan bahwa salah satu pelempar ain dan hasad adalah non muslim.

Kemudian saya lanjutkan dengan ruqyah bersama. Saat ruqyah inilah ada salah satu sumber gangguan yang terlewatkan, yakni jin nasab. Alhamdulillah setelah beberapa saat ruqyah, kondisi beliau membaik dan bisa duduk dengan ringan dan wajah cerah. Alhamdulillah ‘ala kulli hal…

Saya hanya menyarankan agar melakukan ruqyah mandiri secara rutin dan mengulang-ulang kalimat memaafkan untuk semua orang. Saya kira waktu itu kasus ini sudah selesai…

Tapi cerita ini ternyata masih berlanjut….

Memang, Kondisi beliau membaik, tetapi beberapa bulan kemudian kembali drop dan bahkan lebih parah.

saat sy datang ke rmh beliau kedua kalinya, kondisi beliau mirip dari kondisi awal pertama kali, tapi lebih parah, salah satunya, beliau harus pake pempers. Kondisi badan lemah, dan hanya berbaring. Keluhan yang beliau sampaikan sama seperti saat pertama kali saya ruqyah. Plus nyeri di telapak kaki.

Saat itu kesimpulan saya mungkin karena kena ain lagi karena beliau kembali bekerja dan tinggal di Bali.

Dari hasil dialog, mereka mengatakan bahwa beliau tidak diterapi apapun, selain medis dan pijat, sambil menunjukkan tempat nyeri di kaki karena dipijat refleksi.

 

Karena cerita awal dulu saya sudah paham,saya tidak banyak bertanya lagi, dan langsung mulai ruqyah. Saat itu ada hal yang sedikit berbeda dari ruqyah pertama kali. Reaksi jin nampak jelas ada tetapi ‘lebih susah’ keluar dibandingkan saat pertama kali saya datang. Akhirya ruqyah saya hentikan. Lalu saya tanya ke keluarga yang hadir.

 

“maaf, sy lupa nanya, sebelum ini, apa diterapi menggunakan pengobatan alternatif atau pengobatan supranatural?” tanya saya waktu itu.

 

Mereka membenarkan. Dan bercerita bahwa beberapa hari kemarin, teman2 sekerja si ibu ini menjenguk. Mereka dari bali, dan salah satu diantara mereka punya kemampuan supranatural. Dialah yang menterapi ibu ini.

 

“Waahhh. Kok diulangi lagi to Bu. Ini kan saya disuruh bersih-bersih jadinya.” Komen saya sambil becanda.

lain kali jangan pake pengobatan seperti itu, jauhi dan jangan dilakukan lagi, karena justru akan memperlemah yang sakit.” Pinta saya.

 

Alhamdulillah, pake teknik identitas, beberapa saat kemudian, biidznillah, jin yang mungkin dari si terapi tersebut lepas.

 

Tapi badan masih lemah.

 

Saya minta beliau khusyu berdoa, sambil memejamkan mata. Saya terus membacakan al qur’an.

 

Beberapa saat kemudian, saya tanya, “apa rasanya BU?, atau ada yang terlintas di pikiran saat saya bacakan al Qur’an tadi? Atau ada yang terlintas dipengelihatan saat memejamkan mata?”

 

“Saya lihat, diperut saya banyak binatang, ular dan lain-lain”.jawabnya.

 

Waktu itu saya masih pake istilham. Sekarang saya menghindari istilham.

 

Berkali2 kali, tidak kunjung hilang makhluk2 yang dilihat si ibu tersebut, kalaupun hilang maka akan berganti dengan yang lain. Begitu terus menerus. Yang saya lakukan saat itu, seperti : mendoakan ular hancur, tikus musnah, terbakar dan sejenisnya. Begitu terus, berulang-ulang. Hanya berputar-putar saja. Saya ingin garis bawahi bahwa eksplore dan eksekusi seperti ini menurut saya tidak tepat.

 

Lalu saya minta dia fokus berdoa, dan sy bacakan al qur’an.

Tiba-tiba dia bilang bahwa dia melihat sosok laki-laki yang pernah menyukainya di waktu sekolah dulu.

Kali ini, saya tidak gunakan pendekatan eksplorasi visual. Tapi berusaha menerjemahkan apa yang terlihat

Saya hentikan bacaan, dan saya tanya tentang kisah laki-laki itu dan si ibu ini.

Mengalirlah cerita singkat dari beliau….

Bismillah mudah-mudahan ini kuncinya :

MEMORI MASA LALU penyebab sakit yang beliau alami

 

Seharusnya yang saya lakukan waktu itu bukan lah mengeksplore apa yang terlihat oleh pasien. Cukuplah bacakan al qur’an, lalu terjemahkan jika dia merasakan atau melihat sesuatu. Bukan ‘menghabisi’ atau membakar si ular dan binatang2 tersebut secara visual.

Cukup baca, lalu apa yang dirasakan atau terlihat terjemahin, penyelesaiannya tanpa masuk dalam ranah visual tersebut. Wallohu a’lam.

Kembali ke cerita diatas….

Kemudian saya minta beliau memohon ampun pada Alloh atas kesalahan yang mungkin ada terkait dengan lalki-laki tersebut, memaafkan dia jika dia pernah berbuat salah dan berniat meminta maaf pula.

Beberapa saat kemudian, sosok tersebut hilang, dan tubuh beliau juga terasa lebih ringan, lalu saya bacaain lagi beberapa ayat. Tiba-tiba dia bilang, “pak banyak binatang dibadan saya”.

Waah ini hnya kamuflase syetan kayaknya. Saya fokus pada kesimpulan bahwa semua yang beliau lihat adalah memori bad sector terhadap orang lain.

Wkwkwkwk…..pinjam istilah komputer. J

Bacaan saya hentikan dan saya minta beliau bertaubat atas seluruh sikap, kata-kata, perilaku yang salah, pada keluarga beliau. Kemudian memaafkan semua orang. Saya minta beliau, mengucapkan secara jahr, mohon ampun pada Alloh, minta maaf dan memaafkan semua orang, tapi disebut satu per satu orangnya.

Mulai dari suami, anak, ibu, ayah, saudara dan lain-lain. Benar-benar disebut satu per satu.

Dan Maa Syaa Alloh, diluar dugaan saya, setiap makhluk yang dia lihat musnah satu persatu seiring dia mohon ampun pada Alloh, minta maaf dan memaafkan tiap orang tersebut.

Alhamdulillah badannya terasa ringan dan dia bisa duduk dengan tegak.

Tapi masih ada 1 keluhan…..nyeri di kaki, yang mungkin karena bekas pijat itu.

Lalu saya coba tarik ujung-ujung jari kakinya, (pake teknik hentakan, semoga alumni pelatihan RLC ga lupa..hehe)

Alhamdulillah, qodarulloh, nyeri di kaki hilang.

“Lhaahhhhhh. Bu, Berarti lain kal kalau mau pijat, hati-hati, mgkn yang mijat punya khodam., kita tetap tidak bisa memvonis terapis pijat tersebut dibantu jin atau tidak, tapi kita tetap harus selalu mengevaluasi apa yang kita tempuh dalam berobat. Agar selamat secara aqidah dan tidak ada mudhorot bagi kesehatan kita.” Terang saya waktu itu.

Beberapa pekan kemudian saya bertemu dengan saudara si ibu yang sakit lupus ini. Beliau cerita bahwa setelah diruqyah, malam ruqyah, besok paginya dia sudah bisa jalan-jalan, bukan jalan-jalan didepan rumah, tapi jalan-jalan ke Malang dan keluar kota.

Baarakallohu fiikum.

Semoga cerita singkat diatas bermanfaat.

Amiin.

Nadhif

http://www.konsultasiruqyah.wordpress.com

Ruqyah5_edit

Halaman 2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: