18 Tahun Tanpa Cinta Pada Anak

Pemalang, 17 Juli 2016

wahai-ibu

Sepasang suami istri mendekati sy setelah sesi ruqyah massal. Dengan wajah yg trlihat lelah, suami membuka pembicaraan.
” Ust, kami sdh menikah selama 18 tahun, anak kami 2. tp selama 18 tahun kami menikah, istri sy tidak punya sifat welas asih, kasih sayang, cinta pd anak2. kl dia tdk sayang sm sy, sy tdk apa2 dan sy alhamdulillah bisa brsabar selama 18 tahun ini. tetapi yg mmbuat aneh adlh istri sy sm sekali tdk ada rasa sayang ke anak2. hatinya hambar pd mereka, anak2 spt org lain rasanya” kata suami.


” Sy sudah bawa ke beberapa kyai, tp tdk ada hasil dan tdk tahu lg apa yg harus sy lakukan. sudah 18 tahun, Ust.” tambahnya.
“Bu, apa rasanya di hati pd anak2?” tanya saya.
” Ga ada Ust., ga ada perasaan apa2, mereka spt org lain, bhkan tdk ada belas kasihan, ” jawab ibu itu.
” Maaf, perasaan ibu ini normal?”, tanya saya.
“Normal pak, ya ini yg saya rasakan”. jawabnya.


hmmmmmmm…..
lalu mengalirlah bbrp nasihat dan pertanyaan ringan berikut :
Bu, jika seekor singa, mau mnyusui anaknya dan tidak membunuh anaknya, apa yg membuat induk singa itu berbuat demikian?
kasih sayang kan jawabnya???…


Bu, apa yg trjadi pd umumnya seorang ibu? apakah mereka sayang dan berkorban utk anaknya??
iya, jwabnya…
Coba Jujurlah, apakh perasaan ibu sm dg kebnyakn ibu2 lain?
“tidak”, jwabnya.
skrg jwb ulang, apakh perasaan ibu normal dan wajar?
” tidak”.jawabnya


Alhamdulillah, itulah hati nurani pd anak dan keluarga.
Bukankah ibu telah berkorban utk mereka?, bukankah ibu mngandung dan mnyusui mereka? bukankah spnjg wktu ibu bekerja utk mereka?


Bu, jika suatu saat, Alloh menakdirkan ibu sakit dan hnya bs trgeletak di atas pembaringan. Siapakah yg setiap saat hadir utk mmbantu ibu?… anak dan suami kan?
Bu, jika suatu saat, ibu semakin tua, tdk mampu mengingat apapun bahkan meski hny utk mandi dan brpakaian rapi. Siapakah yg akn ada disamping ibu, mnyuapi dan merawat ibu?..
anak dan suami kan???..


Bu, jika suatu saat Alloh mndtgkn malaikat izrail pd ibu, siapakh yg akn menuntun ibu mmbaca kalimat tauhid, dan mnguatkan ibu di saat saat terakhir itu???
org lain kah??? atau anak dan suami ?


Bu, jika ibu telah dialam kubur, malaikt siap memukul ibu krn sebagian kesalahan saat di dunia. siapakah, yg akn ibu harapkan dpt mncegah tangan malaikat itu???
org lain???? bukan. tp kalimat ikhlas dr anak dan keluarga ibu kan??
siapa yg dpat meluaskn kubur ibu???? anak2 yg sholeh dan kalimat ikhlas dr lisan mereka
siapa yg akan sepanjang waktu, stiap selesai sholat, menyebut dan brdoa utk ibu???
org lain kah??? bukan, tp anak dan suami


Bu, ini bukan soal cinta ibu pd anak dan suami, tp mmg ibu dan kita semua membutuhkn anak2. bukan hny mereka yg mmbutuhkan kita. tp sejatinya, kita lah yg membutuhkn mereka.
jika ibu skrg belum merasakan cinta pd anak dan suami, itu bukan krn ibu tdk bisa mncintai mereka. hati ibu telah mncintai mereka.
ibu bs brtahan hingga skrg, krn ibu mncintai mereka.
ibu juga butuh mereka, dunia akhirat.


Bu, cinta ibu telah dan akn selalu tumbuh, seiring dg pengorbanan yg ibu berikan
Berikan pengorbanan lebih, maka cinta akn hadir.
Berikan waktu lebih byk, maka hati akn brsma mereka.
Berikan jerih payah dan perhatian lebih byk, maka hati akn semakin terikat pd mereka.
Hadirlah lebih byk dlm waktu waktu mereka, maka ibu akn hadir dlm hati mereka.
Sebutlah mereka dlm hati dan doa ibu spnjang waktu, maka akn keluar doa dan kalimat ikhlas dr mereka utk ibu.


Kembalilah bersama mereka, krn brsama merekalah ibu mnjalani hidup. Dan bersama mereka lah, ibu akn dihisap di pengadilan padang mahsyar. Smg ibu dan keluarga bisa saling memberi syafaat. Aamiin
sekarang, mhn lah ampun pd Alloh ats hati yg tdk amanah, ats hati yg mnyalahi fitrahnya
Smg Alloh kembalikn fitrah hati ibu.


ucapkn
Ya Rabb aku mhn ampun ats tdk amanahnya hatiku,
Ya Rabb, aku mhn kembalikanlah fitrah hatiku.
Ya Rabb jadikanlah hatiku penuh kasih sayang pd (sambil menyebut nama sang anak.)
—–
Air mata berderai, seiring dg kesadaran dan penyesalan
seiring dg kesadaran bhw cinta itu mmg sudah ada.
Kemudian, ibu itu mncium tngn suami, meminta maaf ats sikap hati yg salah. air mata smkin deras.
Suami, dg terbata, menerima maaf tsb dan jg meminta maaf.
Sesi ruqyah berakhir, wajah lbh cerah, smg Alloh kekalkn kasih sayang dlm keluarga mereka.
Cinta itu mmg sdh ada, dia tdk pernah pergi, dia selalu ada, hny syaithan telah menutupnya.
——–
Wallohua’lam.
Barakallohu fiikum
—Nadhif—
—RLC—
╔═╗─╔╗────╔╦╗───╔═╗
║║╚╗║║────║║║───║╔╝
║╔╗╚╝╠══╦═╝║╚═╦╦╝╚╗
║║╚╗║║╔╗║╔╗║╔╗╠╬╗╔╝
║║─║║║╔╗║╚╝║║║║║║║
╚╝─╚═╩╝╚╩══╩╝╚╩╝╚╝

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: