Monthly Archives: Mei, 2019

Kendalikan Diri

Ruqyah Dengan Mengendalikan Diri Atau Syetan Akan Mengendalikan Kita
============================================

Ibnu Katsir menjelaskan Surah Al Isra 26-28

Firman Allah Swt.:
{وَلا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا}

dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (harta kalian) secara boros. (Al-Isra: 26)

Setelah perintah untuk memberi nafkah, Allah melarang bersikap berlebih-lebihan dalam memberi nafkah (membelanjakan harta), tetapi yang dianjurkan ialah pertengahan. Seperti yang disebutkan oleh Allah Swt. dalam ayat yang lain melalui firman-Nya:

{وَالَّذِينَ إِذَا أَنْفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَلِكَ قَوَامًا}

Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir. (Al-Furqan: 67).

Ayat ayat diatas secara tekstual sdg membicarakan harta. tp mungkin bukan itu penekanannya. tp penekanan pembahasan di ayat tsb adalah SIKAP BERLEBIHAN, TIDAK BISA MENGENDALIKAN DIRI.

Continue reading →

Tahap Ruqyah Tanpa Kesurupan

*Langkah-Langkah Ruqyah Tanpa Kesurupan*
==================================

by M Nadhif Khalyani
diposting di RLC

Seiring waktu, ruqyah Syar’iyyah banyak mengalami perkembangan, baik dari cara, konsep dan pernik perniknya. Selama perkembangan tersebut telah didiskusikan dengan para ‘alim ulama, memiliki pijakan/sandaran, dan dalam batas batas yang dibenarkan maka hal ini patut disyukuri. Semoga hal ini adalah bentuk Rahmat Alloh atas ummat ini. Persoalannyatak pada kemampuan untuk berlapang hati atas perkembangan tersebut.

Salah satu metode ruqyah yang berkembang adalah meruqyah tanpa kesurupan. Sebenarnya ini adalah istilah untuk memudahkan memahami bukan sesuatu yang kaku dan mutlak seperti istilah yang dipakai itu sendiri. Yang dituju dalam metode ini adalah memaksimalkan kesadaran diri dalam proses terapinya. Tanpa menafikan terjadinya situasi kesurupan secara mutlak.
Sebagai metode maka ruqyah tanpa kesurupan tidak lebih hanya pilihan dalam proses terapi. Sebagaimana memilih ruqyah dengan kesurupan juga merupakan pilihan. Keduanya adalah kemudahan, ilmu dan rahmat yang Alloh anugrahkan kepada ummat. Keduanya bisa diaplikasikan sesuai kondisinya masing-masing.

Terkadang meruqyah tanpa kesurupan adalah pilihan bijak.

Continue reading →

Fir’aun Pun Membuat Hoax

FIR’AUN PUN MEMBUAT HOAX

By M. Nadhif Khalyani

Nabi Musa dan Nabi Harun mendapat titah untuk mendatangi Fir’aun di istananya. Dakwah harus disampaikan. Setelah dari Madyan, Nabi Musa bergegas menuju Mesir, bergerak bersama saudaranya, Harun as.

Nabi Musa membawa risalah, mengajak pada Tauhid, mengingatkan tentang siksa dan azab NYA, serta *bukti valid* berupa Mu’jizat, tongkat yang berubah menjadi Ular dan tangan yang bercahaya. Dua “bukti valid” Mu’jizat ini Alloh berikan untuk memperteguh Musa. (Qashashul Anbiya’ : 501)

Terjadilah dialog logika antara Fir’aun dan Musa.

Perdebatan panjang ini dimenangkan oleh Nabi Musa dan Nabi Harun. Semua logika, argumen Fir’aun bisa dikalahkan dengan hujjah dan akal sehat Nabi Musa.

Continue reading →