Category Archives: ruqyah

18 Tahun Tanpa Cinta Pada Anak

Pemalang, 17 Juli 2016

wahai-ibu

Sepasang suami istri mendekati sy setelah sesi ruqyah massal. Dengan wajah yg trlihat lelah, suami membuka pembicaraan.
” Ust, kami sdh menikah selama 18 tahun, anak kami 2. tp selama 18 tahun kami menikah, istri sy tidak punya sifat welas asih, kasih sayang, cinta pd anak2. kl dia tdk sayang sm sy, sy tdk apa2 dan sy alhamdulillah bisa brsabar selama 18 tahun ini. tetapi yg mmbuat aneh adlh istri sy sm sekali tdk ada rasa sayang ke anak2. hatinya hambar pd mereka, anak2 spt org lain rasanya” kata suami.

Continue reading →

BANTAHLAH SAKITMU

BANTAHLAH SAKITMU

 

Ada seseorang, nyeri di tulang leher. Bagian belakang, dibawah otak kecil sebelah kanan. Jika digunakan utk tidur tengkurap dg posisi kepala mnoleh ke kanan, terasa nyeri. Pake teknik yumeiho, bunyi krek. Tp nyeri tdk kunjung reda.

Sy gunakan tips diagnosa akhlak. Sptnya tdk ada masalah yg trkait dg sakit tsb.

Ttg amanah yg mgkn tidak trtunaikn atau bhkn trkhianati. Tnp tahu apa masalahnya. Hny nasihat umum.

Sesaat setelah mntaubati, nyeri mereda. Tp jika digerakkn pd posisi trtentu, nyeri masih ada. Continue reading →

PELATIHAN RUQYAH DI TEGAL

PELATIHAN

RUQYAH SYAR’IYYAH NASIONAL

RUQYAH LEARNING CENTER

12-15 Mei 2016

Bismillah

Berikut Informasi pelatihan ruqyah syar’iyyah di Tegal 4 hari, in syaa Alloh

daurah

PELATIHAN RUQYAH SYAR’IYYAH DI JAKARTA-JANUARI 2016

PELATIHAN RUQYAH SYAR’IYYAH

DI JAKARTA

WAKTU : 9-10 JANUARI 2016

Info lebih lanjut silahkan lihat leaflet berikut

Ruqyah5_edit

Halaman 2

ANA BUKAN HOMOSEKS

Bismillahir rohmaanir rohiim

Assalamu’alaikum ya ustadz / akhi,
afwan , dengan nama Alloh ana mau minta sarannya ,

dan rahasia ini terpaksa ana publikasikan, demi mengharap kesembuhan dari Alloh subhanahu wata’ala.

Ana seoarang laki-laki berusia 23 tahun, alhamdulillah ana senantiasa berusaha menjalankan segala perintah Alloh dan berusaha dengan semaksimal mungkin untuk menjauhi hal-hal yang dilarang oleh-Nya

Akan tetapi ada satu persoalan penyakit hati yang membuat ana sedih dan terasa sangat khawatir bila tidak segera di obati , yaitu ” rasa ketertarikan kepada sesama jenis “. tapi perlu di garis ATAS-i bahwa ” ANA BUKAN SEORANG HOMOSEKSUAL ” ana merasa bahwa semakin bertambahnya usia ana maka rasa ketertaikan itu semakin bertambah pula. Ana hawatir bila penyakit ini akan berlanjut pada masa rumah tangga ana nanti , A’UDZU BILLAAHI MINDZAALIK . wal i’yadzubillah… sebenarnya didalam hati ana masih terdapat sedikit rasa ketertaikan kpada lawan jenis , mungkin apabila di persentase-kan antara rasa ke terangsangan gairah syahwat ana apabila melihat aurat laki-laki yaitu sebesar 90% dan langsung ber-Reaksi seketika itu juga , sedangkan kpd aurat perempuan diperkirakan hanya 10% dan untuk memunculkan yang 10% itupun harus dengan bersusah payah ( berusaha memikirkan hal-hal yg jorok , ” AFWAN ” , walalupun ana sangat menyadari bahwa hal itu berdosa ), akan tetapi mau bagaimana lagi cara ana untuk bisa memunculkan syahwat yg 10% tersebut kalo bukan dgn cara demikian , karena telah ana coba berbagai cara untuk bisa menjadi laki-laki normal :
(afwan , ana bukan bermaksud untuk riya / ujub / sum’ah, dll. hal ini demi terwujudnya jalan kesembuhan buat ana ), Continue reading →

‘KUNGFU’ RUQYAH

‘KUNGFU’ RUQYAH

 

Maret 2013, Qadarullah saya berkesempatan bertemu dengan sahabat-sahabat peruqyah di salah satu klinik di Banjarmasin. Pelatihan ruqyah dengan pendekatan sedikit berbeda dengan yang lazim terjadi diwaktu itu di Banjarmasin.

Pada saat ramah tamah sebelum pelatihan, salah satu senior disana menyampaikan bahwa peruqyah perlu punya fisik kuat dan bila perlu belajar beladiri karena reaksi pasien kadang diluar dugaan dan butuh beladiri untuk ‘melumpuhkan’ jin nya. Hmmmm…iya kayaknya Ust, jawab saya sambil bercanda.

Pada hari kedua saat sesi istirahat datanglah salah satu panitia, minta diruqyah.

Pernah diruqyah mas? tanya saya.

“Alhamdulillah sering”, jawabnya sambil tersenyum.

Saya lihat beberapa ikhwan ikut duduk disekitar kami berdua.ada 4 atau 5 orang ikhwan.

“Apa reaksinya waktu ruqyah terakhir?” tanya saya.

“Reaksi keras ustadz, melawan, mengamuk dan menyerang. Selalu begitu reaksinya setiap kali ruqyah. Saking kerasnya reaksi saya, saat ruqyah, saya dikeroyok dan memang perlu beberapa orang bantu megangin saya. Karena kalo tidak dipegangi, saya akan menyerang peruqyahnya.” Jawabnya. Continue reading →

PROTEKSI PEMIKIRAN DALAM RUQYAH SYAR’IYYAH

PROTEKSI PEMIKIRAN DALAM RUQYAH SYAR’IYYAH

 

Ideologi selalu menjadi akar dari setiap teknik pengobatan supranatural di dunia. Setiap pengobatan yang tidak murni dhohir selalu terkait dengan mitos, kepercayaan dan ideologi tertentu. Oleh karenanya tidak lah mengherankan jika Nabi memberikan batasan bahwa ruqyah boleh selama tidak mengandung kesyirikan. Karena  kesyirikan adalah bentuk ideologi yang menjadi musuh abadi tauhid.

Kalimat ini mengisyaratkan bahwa ruqyah, jika tidak ada proses filterisasi maka akan berujung pada kesyirikan. Ini adalah PR besar dalam ruqyah agar proses ruqyah senantiasa terjaga.

Jadi pengobatan spiritual, dan pengobatan fisik adalah 2 hal yang jauh berbeda meski keduanya diakui dalam Islam. Hanya saja pengobatan spiritual tidak bisa dilepaskan dari aspek ideologi, itulah sebabnya kita diminta berhati hati dan benar2 melakukan filterisasi dengan teliti.

Benarkah pengobatan spiritual terkait denga ideologi ? Continue reading →

AFIRMASI QUR’ANY DAN AFIRMASI PSIKOLOGI

AFIRMASI QUR’ANY DAN AFIRMASI PSIKOLOGI

 

Dalam perkembangan ruqyah saat ini, ilmu ruqyah berkembang pesat dan diantara perkembangan itu adalah terjadinya proses adopsi Ilmu Psikologi Terapan Modern. Tentu semua ini dengan harapan akan dapat memaksimalkan proses ruqyah. Perkembangan dan adaptasi ilmu ruqyah mungkin memang sulit dihindari tetapi, peruqyah tetap harus memiliki frame yang jelas, agar proses adaptasi tersebut tidak menyebabkan khazanah ilmu ruqyah menjadi jauh dari sunnah itu sendiri. Karena sebaik baik ilmu adalah apa yang telah ditunjukkan oleh Rasulullah dan para sahabat. Apa yang berasal dari Beliau berlaku mutlak dan apa yg berasal dari kita, dan siapapun dikemudian hari, adalah nisbi, bisa benar dan bisa salah.

Kehati-hatian dalam ruqyah adalah hal penting karena proses ruqyah dipagari oleh hadits ini

 

عَنْ عَوْفٍ بْنِ مَالِكٍ رضي الله عنه قـال : كُنَّا نَرْقِي فِى الْجَـاهِلِيَّةِ، فَقُلْنـَا يـَا رَسُوْلَ اللهِ كَيْفَ تَرَى بِذلِكَ ؟ فَقَالَ : أَعْرِضُوْا عَلَيَّ رُقَاكُمْ لاَ بَـأْسَ بِالرُّقَى مَالَمْ يَكُنْ شِرْكـاً (رواه مسلم)

Dari sahabat ‘Auf bin Malik ra dia berkata : Kami dahulu meruqyah di masa Jahiliyyah, maka kami bertanya : “Ya RosuluLLah, bagaimana menurut pendapatmu ?” Beliau menjawab : “Tunjukkan padaku Ruqyah (mantera) kalian itu. Tidak mengapa mantera itu selama tidak mengandung kesyirikan” (HR. Muslim).

Continue reading →

Meruqyah Tanpa Diagnosa (Bagian 2)

Meruqyah Tanpa Diagnosa

(Bagian 2)

 

Beberapa bulan silam…

Saya berkesempatan bertemu dengan seorang Ibu, dari salah satu kota di sumatera. Sambil menangis Beliau memulai bercerita tentang anak laki-lakinya, yang sedang tertimpa masalah. Tak kuasa menahan tangis saat beliau bercerita..entah apa yang terjadi hingga beliau sedemikian terguncang. Saya tunggu beberapa saat hingga beliau mulai bisa bercerita dengan lebih tenang.

“Pak, anak saya sekarang sedang di penjara.” Beliau membuka kalimat ceritanya.

“Karena tuduhan apa?” tanya saya waktu itu.

“Anak saya pengguna narkoba, tapi belum sampai kecanduan. Tapi dia ditangkap bukan karena narkoba. Anak saya membunuh seseorang. Bukan masuk penjara atau membunuhnya saja yang membuat hati saya sedih, tapi anak saya telah membunuh kakeknya sendiri, ayah saya.” Jawabnya diiringi tangisan yang pecah kembali. Continue reading →

Meruqyah Tanpa Diagnosa (bagian 1)

Meruqyah Tanpa Diagnosa

Bagian 1

Pada sebagian kasus, meruqyah adalah aktivitas pengobatan yang sangat sederhana. Tetapi jika kita perhatikan lebih seksama, sebenarnya proses meruqyah tidak sesederhana yang dibayangkan. Proses meruqyah sama dengan proses pengobatan dalam Bekam atau pengobatan medis, yakni perlu ditegakan diagnosa sebelum melakukan terapi. Benarkah demikian?

Iya.

Pada sebagian kasus, diagnosa memang seolah tidak dibutuhkan, tetapi dalam kasus kasus lain diagnosa sangat dibutuhkan sebagaimana dunia pengobatan lain. Apa efeknya jika meruqyah tanpa diagnosa? Continue reading →